Kompetisi olahraga di tingkat desa dinilai tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga membuka peluang ekonomi warga sekaligus ruang bagi talenta muda untuk berkembang.
PURWAKARTA – Kompetisi olahraga di desa dinilai memiliki manfaat lebih luas karena dapat menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus membuka ruang pembinaan atlet lokal. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyebut meningkatnya jumlah penonton selama pertandingan dapat memberikan peluang tambahan bagi pedagang dan pelaku usaha di sekitar lokasi kegiatan.
Hal itu disampaikan Yandri saat memberikan sambutan pada Grand Final Penutupan Kompetisi Sepak Bola Putri di Desa Cibeber, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (22/9/2026), sebagaimana diberitakan Tribunnews, Rabu, (23/09/2026).
“Kami meyakini dengan agenda (lomba sepak bola) ini maka saya yakin desa-desa di Indonesia akan berkembang, dari mulai ekonominya, desa wisatanya, dan tentu olahraga sehat badannya dan rohaninya,” papar Yandri.
Menurut Yandri, kegiatan pertandingan dapat menciptakan aktivitas ekonomi tambahan ketika masyarakat datang untuk menyaksikan kompetisi. Pedagang kaki lima, penjual minuman, dan pedagang camilan lokal menjadi kelompok yang berpotensi memperoleh peningkatan omzet selama kegiatan berlangsung.
Yandri juga menilai kompetisi olahraga desa tidak semata-mata menjadi kegiatan hiburan. Pemerintah desa didorong memanfaatkan Dana Desa untuk mendukung penyediaan sarana dan prasarana olahraga sehingga kegiatan serupa dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Dukungan terhadap fasilitas olahraga tersebut juga diarahkan untuk menghidupkan kembali berbagai turnamen sekaligus memperkuat pembinaan atlet di tingkat lokal.
“Tentu kegiatan-kegiatan seperti ini akan terus kita dukung, karena kita juga punya program kegiatan olahraga, bukan hanya sepakbola. Tapi juga ada bolavoly, futsal, dan lain sebagainya. Juga akan kita gerakkan di tingkat desa,” papar Yandri.
Menurutnya, kegiatan olahraga di desa dapat menjadi tempat masyarakat beraktivitas sekaligus membuka kesempatan bagi pemuda untuk mengembangkan kemampuan. Kompetisi di tingkat lokal juga dinilai dapat mempertemukan talenta daerah dengan peluang pembinaan yang lebih luas.
Pemerintah juga tengah menyiapkan perayaan Hari Desa Nasional 2027 yang akan dirangkaikan dengan Liga Desa Nasional. Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, direncanakan menjadi tuan rumah utama kegiatan tersebut.
Liga Desa Nasional nantinya tidak hanya diarahkan sebagai turnamen sepak bola antarkampung. Ajang tersebut juga dirancang menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat, mempererat silaturahmi, menunjukkan potensi desa, serta menggerakkan aktivitas ekonomi.
Yandri mengatakan kompetisi antardesa juga dapat memberikan kesempatan kepada talenta sepak bola daerah yang belum memperoleh akses ke akademi besar. Pemain muda yang tampil dalam kompetisi tersebut berpeluang menunjukkan kemampuan kepada pemandu bakat maupun klub profesional.
“Dan kita nanti juga akan menyelenggarakan Liga Desa, dalam rangka Hari Desa Nasional. Itu ada ribuan atau puluhan ribu desa se-Indonesia. Jadi event ini saya kira bagus untuk dicontoh oleh desa-desa yang lain,” pungkasnya.
Kompetisi olahraga desa dengan demikian tidak hanya berfungsi sebagai ajang pertandingan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengembangan aktivitas ekonomi masyarakat dan pembinaan potensi generasi muda di perdesaan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara