Sebanyak 140 pendamping Desa Berdaya akan ditempatkan di 37 desa miskin ekstrem di Nusa Tenggara Barat untuk mendampingi sekitar 800 kepala keluarga menuju peningkatan kesejahteraan.
NUSA TENGGARA BARAT – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan 140 pendamping Desa Berdaya untuk menangani kemiskinan ekstrem di 37 desa. Para pendamping tersebut nantinya akan membantu sekitar 800 kepala keluarga (KK) melalui asesmen kebutuhan, akses bantuan, pengembangan mata pencaharian, hingga pemantauan perkembangan rumah tangga sasaran.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintah Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (DPMPD Dukcapil) NTB Lalu Hamdi mengatakan proses seleksi pendamping saat ini masih dalam tahap evaluasi. Penilaian dilakukan berdasarkan tiga indikator, yakni hasil wawancara, tes tulis, dan uji domisili.
“Jadi ketiga ini dikasih bobot. Itu yang sedang kita coba rekap sekarang,” ujarnya, Selasa 22 September 2026, sebagaimana diberitakan Ekbis NTB, Rabu, (23/09/2026).
Menurut Hamdi, peserta yang dipilih harus memahami kebijakan Pemprov NTB, terutama berkaitan dengan kemiskinan ekstrem serta rencana dan solusi untuk menangani kemiskinan terstruktur.
“Bagaimana dia bisa meningkatkan atau memotivasi masyarakat. Supaya bisa dia menjadi orang yang dinamis, orang yang optimis, menjadi produktif,” katanya.
Dari kebutuhan 140 pendamping tersebut, penempatannya akan dibagi ke sembilan kabupaten/kota. Rinciannya, Kabupaten Lombok Barat sebanyak 21 orang, Lombok Tengah 26 orang, Lombok Timur 45 orang, Lombok Utara 26 orang, Kota Mataram sembilan orang, Sumbawa delapan orang, Dompu dua orang, Bima dua orang, dan Kota Bima satu orang.
Hamdi mengatakan hasil seleksi kemungkinan besar diumumkan pada akhir September 2026. Namun, peserta yang dinyatakan lolos belum langsung diterjunkan ke lapangan karena terlebih dahulu harus mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat).
“Dilatih dulu, kita diklatkan dulu. Baru langsung turun ke lapangan,” ucapnya.
Para pendamping nantinya akan menangani sekitar 37 desa yang masuk sasaran program Desa Berdaya tahap dua. Setiap pendamping diproyeksikan mendampingi sekitar 50 KK sehingga pendekatan program tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga pemetaan kebutuhan dan penguatan kemampuan rumah tangga sasaran.
Dalam pelaksanaannya, pendamping akan melakukan asesmen terhadap kondisi sosial ekonomi rumah tangga, menyusun rencana intervensi berdasarkan kebutuhan dasar dan potensi lokal, serta menghubungkan peserta dengan program bantuan sosial dan layanan dasar.
Pendamping juga bertugas membantu peserta memilih dan mengembangkan usaha atau kegiatan peningkatan mata pencaharian. Selain itu, mereka akan memfasilitasi pelatihan keterampilan hidup dan memantau perkembangan rumah tangga hingga mencapai status graduasi.
Hasil pendampingan serta berbagai hambatan yang ditemukan di lapangan nantinya dilaporkan kepada koordinator pada tingkat desa atau kecamatan. Dengan mekanisme tersebut, perkembangan setiap rumah tangga sasaran dapat dipantau secara berkala.
Sebanyak 37 desa sasaran tersebar di sejumlah wilayah NTB, antara lain Desa Sekotong Tengah, Desa Sekotong Barat, Desa Sekotong Timur, Desa Labuan Tereng, Desa Kuripan Utara, Desa Labulia, Desa Sengkol, Desa Tanak Awu, Desa Bonder, Desa Batujai, Desa Pandan Indah, Desa Sukadana, Desa Lando, Desa Tetebatu Selatan, Desa Masbagik Selatan, Desa Danger, Desa Pringgabaya, Desa Seruni Mumbul, Desa Kembang Kerang Daya, Desa Labuhan Pandan, dan Desa Jerowaru.
Desa lainnya yang masuk sasaran ialah Desa Pukat, Desa Jorok, Desa Karang Dima, Desa Sebotok, Desa Baka Jaya, Desa Rite, Desa Sesait, Desa Anyar, Desa Pemenang Timur, Desa Pemenang Barat, Desa Menggala, serta Kelurahan Banjar, Kelurahan Tanjung Karang, Kelurahan Babakan, Kelurahan Selagalas, dan Kelurahan Jatibaru Timur.
Penempatan pendamping tersebut diharapkan membuat intervensi terhadap kemiskinan ekstrem lebih terarah karena setiap rumah tangga sasaran akan mendapatkan pendampingan berdasarkan kondisi, kebutuhan, dan potensi yang dimiliki. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara