Puluhan fasilitas olahraga hingga tingkat desa disiapkan sebagai bagian dari penyelenggaraan Porprov Kaltara 2026, sekaligus membuka peluang bagi usaha warga dan mengurangi kebutuhan pembangunan arena baru.
MALINAU – Penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Utara (Kaltara) 2026 di Kabupaten Malinau tidak hanya memanfaatkan fasilitas olahraga di kawasan perkotaan, tetapi juga mengoptimalkan sarana yang berada di kecamatan dan desa untuk memperluas dampak ekonomi masyarakat.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Malinau memetakan 39 fasilitas olahraga yang dapat digunakan untuk mendukung pertandingan. Penyebaran lokasi tersebut dinilai berpotensi membuat aktivitas ekonomi selama ajang olahraga berlangsung ikut dirasakan masyarakat di berbagai wilayah.
Arena pertandingan yang berada di luar pusat kota dapat menjadi titik tumbuh bagi usaha penginapan, warung makan, serta jasa transportasi yang dikelola masyarakat setempat. Dengan demikian, aktivitas peserta dan penonton tidak hanya terkonsentrasi di kawasan perkotaan.
Selain membuka peluang ekonomi, pemanfaatan fasilitas yang telah tersedia juga memungkinkan pemerintah daerah menekan kebutuhan anggaran untuk pembangunan arena baru menjelang pelaksanaan Porprov II Kaltara.
Berdasarkan pendataan portal resmi Sistem Informasi Olahraga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau, fasilitas olahraga yang tersedia mencakup sarana dalam ruangan dan luar ruangan, mulai dari Gedung Olahraga (GOR) voli, GOR bulu tangkis, gedung taekwondo, arena futsal hingga stadion, kolam renang, arena panjat tebing, lapangan tembak Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin), serta lapangan panahan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani).
Sarana olahraga di tingkat kecamatan dan desa juga menjadi bagian dari pemetaan tersebut. Di antaranya Stadion Mini Mentarang, Stadion Mini Desa Langap, GOR Bulu Tangkis Mentarang, serta lebih dari 20 lapangan olahraga desa yang tersebar di sejumlah wilayah.
Ketua Umum (Ketum) KONI Malinau Ernes Silvanus mengatakan penentuan penggunaan setiap fasilitas masih menunggu kepastian cabang olahraga yang akan dipertandingkan dalam Porprov II Kaltara.
“Nah, nanti kalau sudah kita dapat ternyata yang dipertandingkan misalnya sekian, ini yang harus kita cepat fokus selesaikan. Venue [venue] kita pertegas. Gedung ini untuk [venue] ini, gedung ini untuk [venue] ini,” ungkap Ernes sebagaimana diberitakan Tribun Kaltara, Selasa, (22/09/2026).
Menurut dia, Pemkab Malinau bersama KONI Malinau akan menentukan pembagian arena secara bertahap setelah daftar resmi cabang olahraga dari tingkat provinsi diterima.
Penentuan fasilitas pertandingan nantinya tetap mempertimbangkan akses menuju lokasi serta ketersediaan akomodasi bagi peserta yang datang dari luar daerah. Dengan skema tersebut, fasilitas olahraga yang sudah tersedia di kawasan desa maupun perkotaan dapat dimanfaatkan secara optimal sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat selama Porprov berlangsung. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara