Desa Adat Sade Didorong Perkuat Mitigasi Kebakaran

LOMBOK TENGAH – Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (22/8/2026) malam, mendorong pemerintah daerah mengevaluasi aspek keselamatan di kawasan wisata berbasis budaya tersebut. Material tradisional seperti kayu, bambu, dan ilalang dinilai perlu diimbangi dengan sistem mitigasi kebakaran yang memadai tanpa menghilangkan karakter budaya masyarakat Sasak.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadisparekraf) NTB, Ahmad Nur Aulia, mengatakan peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting dalam pengembangan destinasi wisata. Menurut dia, keberlanjutan pariwisata tidak hanya berkaitan dengan pelestarian budaya, tetapi juga kesiapan menghadapi risiko bencana.

“Di balik duka yang dirasakan, ada pelajaran penting bahwa pengembangan destinasi wisata ke depan harus semakin mengedepankan prinsip keberlanjutan, termasuk kesiapsiagaan dan mitigasi bencana,” kata Aulia, Senin (24/8/2026), sebagaimana diberitakan TribunLombok, Senin, (24/08/2026).

Desa Adat Sade merupakan kawasan yang mempertahankan rumah dan tradisi masyarakat Sasak. Bangunan tradisional di kawasan tersebut menggunakan kayu, bambu, serta atap ilalang yang menjadi bagian dari identitas budaya sekaligus memiliki tingkat kerentanan terhadap api.

Karena itu, Aulia menilai upaya memperkuat keselamatan harus berjalan bersamaan dengan pelestarian bentuk dan nilai budaya yang menjadi daya tarik wisata.

“Kita perlu menghadirkan sistem mitigasi bencana yang lebih baik sehingga pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan aspek keselamatan masyarakat dan pengunjung,” ujarnya.

Menurut Aulia, penguatan ketahanan destinasi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, pemerintah desa, komunitas adat, serta pemangku kepentingan pariwisata perlu terlibat dalam proses pemulihan dan penguatan kawasan.

“Peristiwa ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun destinasi wisata yang lebih tangguh terhadap risiko bencana.”

Ia juga menekankan agar proses rekonstruksi tidak berhenti pada pemulihan bangunan yang terdampak. Pembangunan kembali diharapkan sekaligus memasukkan prinsip pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism), termasuk perlindungan lingkungan, pelestarian budaya, dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Rekonstruksi Desa Adat Sade hendaknya menjadi momentum untuk menghadirkan destinasi wisata yang semakin berkelanjutan,” kata Aulia.

Disparekraf NTB menyatakan siap berkoordinasi dengan pemerintah pusat, Pemkab Lombok Tengah, komunitas adat, dan pihak terkait untuk mendukung rehabilitasi serta rekonstruksi kawasan tersebut.

Upaya tersebut diarahkan agar Desa Adat Sade dapat kembali berfungsi sebagai destinasi wisata budaya dengan tingkat keamanan yang lebih baik, sekaligus mempertahankan nilai tradisi yang menjadi identitas masyarakat setempat.

“Pelestarian budaya harus tetap menjadi prioritas, namun di saat yang sama kita perlu memastikan sistem mitigasi bencana yang memadai agar destinasi memiliki ketahanan lebih baik di masa mendatang,” kata Aulia.

Disparekraf NTB juga mengajak masyarakat memberikan dukungan kepada warga Desa Adat Sade serta bersama-sama menjaga warisan budaya yang menjadi bagian penting dari pariwisata NTB. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Karhutla di Dua Desa Bulungan Ditangani 40 Personel

PDF 📄TANJUNG SELOR – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara …

KDKMP Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Desa

PDF 📄MALANG – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) didorong menjadi jalur pemasaran utama bagi produk …

Kekeringan Hantam 9 Desa di Parigi Moutong, 1.400 Hektare Sawah Terdampak

PDF 📄PARIGI – Kekeringan yang berlangsung sejak pertengahan Juni 2026 mulai menekan kehidupan warga di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *