Desa dan UMKM Jadi Fokus Semarak Merah Putih BRI di Sofifi

TIDORE KEPULAUAN – Penguatan ekonomi desa dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu fokus dalam Semarak Merah Putih Desa BRILian Bank Rakyat Indonesia (BRI) Region 16 Manado yang dipusatkan di Sofifi, Maluku Utara (Malut), Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan dan perlombaan, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku UMKM Malut untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat. Rangkaian kegiatan turut diisi pemeriksaan kesehatan gratis, bazar UMKM, penjualan sembako murah, senam, serta berbagai perlombaan untuk anak-anak dan orang dewasa.

Sekitar 500 warga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dalam kegiatan tersebut. Semarak acara juga dimeriahkan senam zumba, penampilan Evenor Band, serta penyanyi Vicky Salamor.

CEO BRI Region 16 Elizabeth Primasari mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari BRI Peduli. Informasi itu sebagaimana diberitakan TribunManado, Senin (24/8/2026).

“Kami menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi 500 masyarakat, sebagai bentuk kepedulian [BRI] terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Elizabeth, Minggu 23 Agustus 2026.

Pemilihan Sofifi sebagai lokasi kegiatan memiliki alasan strategis. Sofifi merupakan ibu kota Provinsi Malut sekaligus pusat pemerintahan dan salah satu titik pertumbuhan baru di wilayah tersebut.

“Dari [Sofifi], kami ingin menyampaikan pesan bahwa pembangunan ekonomi harus tumbuh dari desa, menjangkau masyarakat, dan terhubung dengan pusat-pusat pertumbuhan daerah,” katanya.

Menurut Elizabeth, desa memiliki peran penting dalam menopang perekonomian Indonesia. Karena itu, program Desa BRILian diarahkan untuk mendorong masyarakat desa mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki.

“Melalui program Desa [BRI]Lian, kami ingin mendorong desa agar semakin produktif, inovatif, mandiri, serta mampu mengoptimalkan seluruh potensi ekonominya,” jelas Primasari.

Semarak Desa BRILian juga dipandang sebagai sarana membangun kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar kegiatan perayaan kemerdekaan. Kehadiran bazar UMKM memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan produknya.

“Kami berharap semakin banyak desa di [Maluku Utara] yang mampu mengembangkan potensi unggulannya, semakin banyak [UMKM] yang naik kelas, masyarakat semakin sejahtera, dan pada akhirnya ekonomi [Maluku Utara] semakin kuat,” ujarnya.

BRI berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat hubungan antara pengembangan potensi desa, pertumbuhan UMKM, dan pusat-pusat ekonomi daerah. Dengan penguatan kapasitas masyarakat serta pemanfaatan potensi lokal, desa di Malut diharapkan semakin produktif dan mandiri. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Puluhan Ton Lemon Dipasarkan, Ekonomi Petani Clekatakan Menguat

PDF đź“„PEMALANG – Penyerapan pasar yang berjalan lancar membuat petani jeruk lemon di Desa Clekatakan, …

Pelaku UMKM Denasri Kulon Belajar QRIS, NIB hingga Promosi Digital

PDF đź“„BATANG – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Denasri Kulon, Kecamatan …

Bupati Donggala Dorong Lero Tatari Ubah Potensi Desa Jadi Kekuatan Ekonomi

PDF đź“„DONGGALA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Desa Lero Tatari menjadi momentum bagi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *