167 Bangunan Terbakar, Pemulihan Desa Adat Sade Mulai Disiapkan

LOMBOK TENGAH – Kementerian Kebudayaan menyiapkan tiga pilar pemulihan untuk menghidupkan kembali Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), setelah kebakaran pada Sabtu (22/8/2026) menghanguskan 167 bangunan serta sejumlah benda pusaka dan warisan budaya masyarakat Sasak.

Tiga fokus pemulihan tersebut meliputi perbaikan fisik kawasan adat, pemulihan perekonomian warga, serta penyelamatan dan pemulihan objek pemajuan kebudayaan. Rencana itu disusun setelah pemerintah melakukan pendataan awal terhadap dampak kebakaran yang melanda permukiman tradisional Suku Sasak tersebut.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan pemerintah juga akan memperkuat pendataan Desa Adat Sade melalui Data Pokok Kebudayaan (DAPOBUD). Langkah tersebut dinilai penting agar kawasan dan kekayaan budaya masyarakat adat memiliki dasar pelindungan hukum yang lebih kuat.

“Kementerian Kebudayaan siap bergerak sebagai Wali Data Masyarakat Adat untuk segera mengintegrasikan dan meregistrasi seluruh cagar budaya serta wilayah masyarakat adat secara nasional agar memiliki payung hukum pelindungan yang lebih kuat,” kata Menteri Fadli Zon, sebagaimana diberitakan Tribun Lombok, Senin, (24/08/2026).

Pendataan dan penyelamatan menjadi bagian penting karena kebakaran tidak hanya merusak bangunan fisik. Sejumlah benda pusaka dan perlengkapan kesenian masyarakat Sasak turut terdampak, di antaranya keris, tombak, klewang, peralatan seni Peresean, Gendang Beleq, gong tua ritual, serta naskah kuno.

Fadli mengatakan tahap awal pemulihan diarahkan untuk mengamankan sekaligus mengidentifikasi material dan peninggalan budaya yang masih dapat diselamatkan.

“Prioritas utama dalam fase tanggap darurat ini adalah mengamankan dan mengidentifikasi seluruh objek material yang tersisa, baik penyelamatan fisik maupun non-fisik,” kata Fadli Zon, dalam rilis yang diterima Tribun Lombok.

Selain penyelamatan benda fisik, pemerintah juga mendorong dokumentasi ingatan kolektif masyarakat. Cerita rakyat, sejarah lokal, serta pengetahuan tradisional akan dihimpun dari para tetua adat untuk menjaga kesinambungan warisan budaya Sade.

Berdasarkan pendataan awal, kerusakan mencakup 75 rumah adat, 69 artshop atau toko kerajinan, delapan lumbung alang, enam Berugak Sekepat, dan empat Berugak Sekenam Besar. Sejumlah fasilitas lain, termasuk masjid, Bale Beleq, toilet umum wisatawan, gerbang desa, dan Pelonggo juga terdampak.

Untuk pemulihan fisik, pemerintah merencanakan pemugaran menggunakan material tradisional seperti kayu, bambu, ijuk, dan alang-alang. Rekonstruksi tersebut akan disertai penambahan fasilitas mitigasi dan pencegahan kebakaran agar kawasan adat lebih siap menghadapi risiko serupa.

Pilar kedua menyasar pemulihan ekonomi masyarakat. Dukungan akan diarahkan pada penyediaan sarana usaha tradisional, termasuk alat tenun dan perlengkapannya yang dibutuhkan warga terdampak untuk kembali menjalankan aktivitas ekonomi.

Sementara itu, pilar ketiga berfokus pada pemulihan objek pemajuan kebudayaan (OPK). Salah satu langkah yang direncanakan adalah merekonstruksi sejarah melalui duplikasi manuskrip kuno yang terbakar dengan memanfaatkan koleksi manuskrip sejenis yang tersimpan di Museum NTB.

Pemerintah juga membagi proses pemulihan ke dalam empat tahap, yakni tanggap darurat, asesmen dan dokumentasi, pelindungan dan pemulihan, serta penguatan keberlanjutan budaya.

Tahap tanggap darurat mencakup pengamanan lokasi dan penyelamatan material yang tersisa. Selanjutnya dilakukan pengukuran arsitektur serta inventarisasi benda budaya sebelum masuk pada penyusunan kajian teknis dan pemulihan bangunan.

Pada tahap akhir, pemerintah akan mendorong digitalisasi dokumen serta peningkatan sistem kesiapsiagaan bencana berbasis komunitas. Pendekatan tersebut diharapkan membuat pemulihan tidak sekadar mengembalikan bentuk fisik kawasan, tetapi juga menjaga keberlangsungan adat, pengetahuan tradisional, dan kehidupan masyarakat Sade.

Desa Adat Sade sendiri telah dikenal sebagai kawasan wisata budaya Suku Sasak dan menjadi bagian penting dari pengembangan pariwisata di NTB. Karena itu, pemulihan kawasan diharapkan dapat berjalan seiring dengan perlindungan identitas budaya dan pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Kebakaran Sade, Pemerintah Siapkan Restorasi Berbasis Budaya

PDF đź“„LOMBOK TENGAH – Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan masyarakat mulai mendorong restorasi Desa …

BNPB Percepat Evakuasi Lansia Korban Gempa dari Wilayah Terpencil

PDF đź“„SIKKA – Seorang warga lanjut usia (lansia) dari Desa Nitunhlea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, …

Krisis Air Meluas, Tiga Desa di Pulau Hanaut Dapat Pasokan 9.000 Liter

PDF đź“„KOTAWARINGIN TIMUR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) harus menggunakan perahu untuk menyalurkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *