JAKARTA SELATAN – Pemerintah terus mempercepat pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai bagian dari penguatan ekonomi dan pembangunan desa nasional. Komitmen itu ditegaskan dalam Musyawarah Nasional (Munas) II Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026).
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan percepatan program Kopdes Merah Putih membutuhkan kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah, kepala desa, hingga Tentara Nasional Indonesia (TNI). Program tersebut disebut menjadi bagian penting dalam memperkuat pembangunan dan kesejahteraan desa.
“Jadi koperasi itu orisinil gagasan Presiden. Kami ini yang memaparkan koperasi itu ke Bapak Presiden,” kata Zulkifli Hasan.
Dia mengapresiasi seluruh pihak yang ikut mendukung program pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pengembangan Kopdes Merah Putih di berbagai daerah.
“Kami kalau urusan Kopdes, urusan MBG, apa saja itu beliau dampingi terus. Pada akhirnya kita semua bekerja untuk rakyat, mari kita geser air mata kemiskinan menjadi air mata kebahagiaan di desa-desa yang kita bina,” imbuhnya sebagaimana dilansir Jawa Pos, Senin (11/05/2026).
Dalam forum tersebut, pemerintah juga memaparkan sejumlah program pengembangan desa yang tengah dipersiapkan, mulai dari desa wisata, desa ekspor, desa tematik, hingga desa ketahanan pangan.
“Di Kemendes kami bisa dengan banyak pihak, nanti ada untuk desa wisata, desa ekspor, desa tematik, kemudian desa ketahanan pangan,” ucapnya.
Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menegaskan seluruh organisasi kepala desa harus bersatu dalam satu visi pembangunan nasional meskipun berasal dari asosiasi yang berbeda.
“Memang asosiasi desa itu banyak. Ada PAPDESI, APDESI Merah Putih, APDESI dan lainnya. Tapi satu rumahnya ada di Kementerian Desa,” kata Yandri.
Pada Munas II PAPDESI tersebut, Wargiati kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum (Ketum) PAPDESI periode 2026-2031. Dia menegaskan kesiapan organisasi kepala desa dalam mengawal program prioritas pemerintah, khususnya Asta Cita Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto.
“Kami akan selalu patuh dan tunduk tegak lurus untuk pemerintah dan program-programnya,” ujar Wargiati.
Menurutnya, pembentukan Kopdes Merah Putih diyakini mampu memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Ia juga menilai program MBG mulai membuka peluang kerja baru bagi masyarakat desa dengan pendapatan yang dinilai cukup menjanjikan.
“Kami yakin di desa-desa Kopdes itu sangat luar biasa manfaatnya untuk masyarakat,” tandasnya.
Menurutnya, program MBG mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa. Pasalnya program tersebut mampu membuka lapangan pekerjaan, dengan penghasilan di atas Rp2 juta bagi pekerjanya.
Pemerintah berharap penguatan koperasi desa dapat menjadi fondasi ekonomi baru berbasis desa sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia. Mesin ekonomi desa akhirnya dipaksa naik level. Setelah bertahun-tahun desa cuma jadi objek janji kampanye dan spanduk lusuh di pinggir jalan, sekarang semua berlomba bicara koperasi, ketahanan pangan, sampai ekspor desa. Manusia memang suka terlambat sadar kalau desa itu bukan sekadar latar foto baliho politik. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara