PURBALINGGA – Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Sumber Agung Sejahtera di Desa Bojong, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga mulai mengembangkan budidaya melon premium berbasis hidroponik sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang wisata edukasi desa. Program pertanian modern tersebut dijalankan menggunakan sistem greenhouse dengan kapasitas ratusan tanaman melon yang diproduksi berkelanjutan.
Direktur BUMDesa Sumber Agung Sejahtera, Vandi Romadhon mengatakan pengembangan usaha pertanian modern dipilih karena dinilai memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan bagi desa. Selain meningkatkan pendapatan asli desa, budidaya melon hidroponik juga dinilai mampu mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Program ini searah dengan mandatori presiden dalam hal ketahanan pangan, kenapa melon karena alamnya cocok dan potensi keberlanjutan usahanya cukup tinggi,” ujar Vandi, sebagaimana dilansir Suara Merdeka, Selasa, (12/05/2026).
Menurutnya, penerapan teknologi hidroponik di dalam greenhouse membuat proses budidaya lebih terkontrol, mulai dari pengaturan nutrisi hingga kelembapan tanaman. Cara tersebut juga dinilai mampu meminimalkan serangan hama dan meningkatkan kualitas hasil panen.
“Budidaya melon hidroponik dalam greenhouse mampu menghasilkan buah yang lebih manis, seragam, dan berkualitas tinggi dengan produktivitas yang lebih optimal,” jelasnya.
Saat ini, BUMDesa tersebut telah mengoperasikan dua unit greenhouse dengan kapasitas sekitar 800 pohon melon premium. Pada musim tanam kedua, pengelola memilih varietas unggulan seperti Sweet Lavender, Kirani, dan White Kirin yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran.
Tidak hanya berfokus pada produksi pertanian, pengelola desa juga menyiapkan konsep wisata petik melon yang nantinya dapat dinikmati masyarakat dan wisatawan saat masa panen tiba. Program itu diharapkan menjadi sarana edukasi pertanian modern bagi generasi muda sekaligus mendukung pengembangan desa wisata di Bojong.
Dengan masa panen sekitar 70 hari, usaha budidaya melon hidroponik tersebut dinilai memiliki perputaran modal yang relatif cepat sehingga berpotensi meningkatkan perekonomian desa secara berkelanjutan. Pengelola berharap Desa Bojong ke depan dapat dikenal sebagai sentra melon premium di Kabupaten Purbalingga. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara