INDRAMAYU – Produktivitas padi di Desa Juntikedokan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu melonjak tajam menjelang musim panen raya. Hasil ubinan yang dilakukan pemerintah setempat menunjukkan estimasi panen mencapai 13,92 ton gabah kering giling per hektare, meningkat hampir dua kali lipat dibanding rata-rata sebelumnya yang hanya sekitar 7,7 ton per hektare.
Peningkatan hasil panen tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Juntinyuat karena dinilai dapat menjadi model pengembangan pertanian di wilayah lain. Keberhasilan itu berasal dari penerapan teknik budidaya yang dilakukan Kelompok Tani Srikandi di Desa Juntikedokan.
Camat Juntinyuat, Ali Alamudin, mengatakan hasil ubinan diperoleh melalui pengukuran sampel panen di lahan seluas 2,5 x 2,5 meter dengan berat gabah mencapai 8,7 kilogram.
“Berat sampelnya 8,7 kilogram, sehingga estimasi totalnya diprediksi mencapai 13,92 ton gabah kering giling (GKP) per hektare,” kata Ali Alamudin saat ditemui usai praktik ubinan di Desa Juntikedokan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Selasa (12/5/2026), sebagaimana diberitakan Tribun Cirebon, Selasa (12/05/2026).
Menurut dia, peningkatan produksi dipengaruhi penggunaan varietas padi Ciherang Cap Beruang serta pupuk hayati cair extraGEN bantuan pemerintah yang digunakan secara rutin oleh kelompok tani.
Ia menjelaskan, pupuk hayati cair tersebut membantu memperbaiki kondisi tanah sekaligus memacu pertumbuhan anakan padi sehingga hasil panen meningkat signifikan.
“Kelompok Tani Srikandi memberikan pupuk minimal dua kali, yakni sebelum tanam dan pada masa awal pertumbuhan, serta dilanjutkan pemupukan tabur,” ujar Ali Alamudin.
Selain penggunaan pupuk, pola perawatan tanaman yang konsisten juga membuat setiap rumpun padi menghasilkan 50 hingga 60 anakan dengan bulir gabah yang padat dan bernas.
Pemcam Juntinyuat menilai hasil ubinan tersebut penting sebagai bahan evaluasi untuk mengetahui potensi produksi pertanian sekaligus menentukan langkah peningkatan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.
“Hasil ubinan ini menjadi acuan dalam melihat potensi panen sekaligus bahan evaluasi bagi peningkatan produksi pertanian, khususnya di wilayah Kecamatan Juntinyuat,” kata Ali Alamudin.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pertanian Kecamatan Juntinyuat, Rido Mardianto, menyebut keberhasilan Kelompok Tani Srikandi akan dijadikan referensi pengembangan pertanian di daerah lain di Kabupaten Indramayu.
“Sinergi antara pemerintah, petugas lapangan, dan kelompok tani sangat penting untuk mendukung penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Indramayu,” ujar Rido Mardianto. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara