Bugisan Promosikan Wisata dan UMKM Bersama KLIC Fest

KLATEN – Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, bersiap memadukan keseruan olahraga dan budaya melalui Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 yang digelar bersamaan dengan Festival Candi Kembar. Penyelenggaraan festival tahunan ini diharapkan membuka peluang promosi pariwisata desa sekaligus mengangkat pelestarian seni-budaya lokal ke kancah internasional.

Kepala Desa (Kades) Bugisan, Heru Nugroho, menjelaskan Festival Candi Kembar tahun ini digelar lebih awal dari biasanya, yakni pada 22-24 Mei 2026, untuk menyelaraskan dengan rangkaian KLIC Fest. “Tahun ini menjadi luar biasa karena berbarengan dengan KLIC Fest. Festival Candi Kembar yang biasanya di bulan September, tahun ini maju di Mei karena untuk memeriahkan KLIC,” kata Heru sebagaimana dilansir Espos, Senin, (11/05/2026).

Rangkaian festival akan menampilkan beragam atraksi seni-budaya Desa Bugisan, termasuk kirab budaya sepanjang 2 km dari Lapangan Candi Sewu menuju panggung utama di timur Candi Plaosan. Kirab budaya menampilkan sembilan gunungan hasil bumi yang dibawa peserta dengan mengenakan pakaian adat, menegaskan identitas budaya masyarakat desa.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Bugisan, Rudi Riono, menambahkan bahwa kirab akan dimulai Sabtu (23/5/2026) siang dan diperkirakan sampai ke panggung pada waktu Ashar. “Sehingga harapannya ini bisa berdampak pada pelestarian seni budaya hingga memajukan UMKM,” ujarnya.

Heru berharap kehadiran peserta KLIC Fest dari berbagai negara dapat menarik perhatian internasional, sekaligus mempromosikan Desa Bugisan sebagai destinasi wisata budaya yang unik. Meski festival diselenggarakan dengan rangkaian kegiatan lebih ringkas, keberadaan delegasi internasional diyakini menambah kemeriahan sekaligus memperluas jangkauan promosi budaya lokal.

Sinergi antara olahraga internasional dan festival budaya diharapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan tetapi juga memberi manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat. Dengan demikian, Desa Bugisan tidak hanya menjadi pusat hiburan sementara tetapi juga panggung bagi pelestarian budaya Batik dan tradisi lokal.[]

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Tradisi Ujungan Jadi Ikhtiar Desa Gumelem Wetan Hadapi Kemarau

PDF đź“„Desa Gumelem Wetan kembali menjadi ruang pelestarian tradisi Ujungan yang diwariskan secara turun-temurun, sekaligus …

Desa Jiporapah Perkuat Warga Dusun Terpencil lewat Tradisi dan Infrastruktur

PDF đź“„Pemerintah Desa Jiporapah mempertahankan kebersamaan warga Dusun Kedung Dendeng melalui pelestarian tradisi sekaligus dukungan …

Lima Warga Jadi Pengrajin, Batik Dorong Potensi Ekonomi Desa Jalatrang

PDF đź“„Desa Jalatrang, Ciamis, mengembangkan batik bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai bagian …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *