Disbun Lahat Dorong Standarisasi Kebun Entres Kopi Robusta

LAHAT – Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Lahat (Lahat) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap kebun entres kopi robusta di Desa Geramat, Kecamatan Mulak Ulu, sebagai langkah penguatan kualitas bibit unggulan sekaligus memperkuat posisi kopi Lahat di pasar yang lebih luas.

Kegiatan monev tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memastikan keberlanjutan produksi kopi robusta, yang selama ini menjadi salah satu komoditas unggulan sektor perkebunan di wilayah Lahat.

Kepala Disbun Lahat, Vivi Anggraini, menegaskan bahwa peninjauan dilakukan untuk menilai kelayakan kebun entres agar dapat ditetapkan sebagai sumber benih unggulan. Ia menyampaikan hal tersebut sebagaimana dilansir Palpres, Senin, (04/05/2026).

“Penilaian dilakukan dengan memperhatikan berbagai aspek, mulai dari produktivitas tanaman, kualitas hasil panen, kondisi lingkungan kebun, hingga sistem pengelolaan yang diterapkan petani,” ujar Vivi Anggraini.

Menurutnya, kebun entres memiliki peran strategis karena menjadi sumber bahan tanam yang akan menentukan kualitas produksi kopi di tingkat petani. Karena itu, standar pengelolaan harus dipastikan sesuai dengan kriteria teknis yang ditetapkan.

Ia menambahkan, tujuan utama monitoring ini adalah memastikan kebun yang dikembangkan benar-benar mampu menghasilkan benih kopi robusta berkualitas tinggi dan memiliki daya saing.

“Melalui monitoring ini kami ingin memastikan bahwa calon kebun entres memiliki produktivitas yang baik, lingkungan yang mendukung, serta pengelolaan yang sesuai standar, sehingga nantinya dapat menghasilkan benih kopi yang unggul dan berdaya saing,” lanjutnya.

Disbun Lahat juga menilai keberadaan kebun entres di Desa Geramat dapat menjadi percontohan bagi petani kopi lain di wilayah tersebut dalam meningkatkan mutu hasil produksi.

Selain itu, kegiatan monev akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk pengawasan dan pendampingan pemerintah daerah terhadap pengembangan sektor perkebunan.

Pemerintah Kabupaten Lahat berharap langkah ini dapat memperkuat rantai produksi kopi dari hulu hingga hilir, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan kualitas hasil panen dan akses pasar yang lebih luas. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Tapin Punya 63 Desa Maju dan 63 Desa Mandiri

PDF đź“„RANTAU – Pemerintah Kabupaten Tapin menjadikan hasil Indeks Desa 2026 sebagai dasar untuk memetakan …

Lahan Pangan dan Industri Jatim Dicari Titik Temunya

PDF đź“„SURABAYA – Perlindungan lahan pangan di Jawa Timur masih menghadapi persoalan ketepatan data dan …

Dugaan Bom Ikan di Simeulue Ditindaklanjuti Tim Pengawas

PDF đź“„SIMEULUE – Praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak di perairan Desa Lewak, Kecamatan Alafan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *