Sedekah Bumi Purbowangi, Tradisi Leluhur yang Terus Hidup

KEBUMEN – Tradisi sedekah bumi kembali menguatkan identitas budaya masyarakat Desa Purbowangi, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, melalui kirab budaya yang melibatkan warga dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan ini menjadi simbol syukur atas hasil bumi sekaligus upaya pelestarian nilai-nilai leluhur di tengah arus modernisasi.

Kepala Desa (Kades) Purbowangi, Sugimin, menegaskan bahwa tradisi sedekah bumi tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian penting dari jati diri masyarakat desa. Ia menilai keberlangsungan tradisi ini menjadi kunci menjaga warisan budaya agar tidak tergerus zaman.

Pelaksanaan sedekah bumi di Desa Purbowangi memiliki dua tahapan utama dalam kalender Jawa, yakni bulan Suro dan Syaban. Pada bulan Suro, warga menggelar kenduri di petilasan Mbah Purbowaseso sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh pembabat desa. Sementara pada bulan Syaban, masyarakat melakukan penyembelihan kambing yang kemudian dibagikan kepada warga di setiap dukuh sebagai simbol kebersamaan.

Rangkaian kegiatan tidak hanya berfokus pada ritual adat, tetapi juga menghadirkan hiburan rakyat berupa pagelaran wayang kulit dan kesenian kuda lumping. Kegiatan ini menjadi ruang interaksi sosial sekaligus media edukasi budaya bagi generasi muda.

Keterlibatan mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Purwokerto turut memperkuat pelaksanaan acara. Kehadiran mereka tidak hanya membantu teknis kegiatan, tetapi juga menjadi jembatan kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat dalam menjaga tradisi lokal.

Nama Desa Purbowangi sendiri memiliki nilai historis yang kuat, berasal dari tokoh Mbah Purbowaseso dan istrinya, Sekarwangi, yang diyakini berperan dalam sejarah berdirinya desa. Nilai sejarah tersebut terus diwariskan melalui tradisi sedekah bumi sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.

Melalui kirab budaya ini, masyarakat berharap semangat gotong royong, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya lokal dapat terus hidup dan diwariskan lintas generasi. Tradisi ini juga diharapkan menjadi daya tarik budaya yang memperkuat eksistensi desa di masa depan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Menden Jadi Laboratorium Pupuk Organik Mahasiswa UNY

PDF 📄KLATEN – Inovasi pengelolaan limbah rumah tangga berbasis pertanian berkelanjutan mulai dikembangkan di Desa …

TMMD 128 Pati Tak Hanya Bangun Jalan, Tapi Juga Tugu Sejarah

PDF 📄PATI – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati di Desa …

Sepak Bola Desa Silirejo Jadi Magnet Ekonomi dan Hiburan Warga

PDF 📄KAJEN – Turnamen Sepak Bola Silirejo Cup 2026 di Desa Silirejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *