PATI – Pemerintah Desa (Pemdes) Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengembangkan potensi wisata desa melalui pembukaan Sitiluhur Park di lereng Pegunungan Muria dengan tarif masuk terjangkau, yakni Rp3 ribu per orang.
Destinasi wisata yang mulai beroperasi sejak awal 2026 ini menawarkan berbagai wahana permainan serta edukasi berbasis lingkungan pedesaan. Lokasinya berada tidak jauh dari Waduk Gunung Rowo, sehingga menjadi alternatif wisata alam yang mudah diakses masyarakat.
Kepala Desa (Kades) Sitiluhur, Suyuti, menjelaskan bahwa pengembangan objek wisata tersebut merupakan upaya desa dalam menggali potensi lokal guna meningkatkan pendapatan. “Ada kereta sinderela, terapi ikan, ada memberikan makan ikan, edukasi petik sayur-sayuran, sementara ada sayuran terong dan buncis,” kata Suyuti.
Selain menawarkan wahana permainan, Sitiluhur Park juga menghadirkan suasana sejuk khas pegunungan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Fasilitas yang tersedia mencakup wahana kereta kebun, terapi ikan, hingga area edukasi pertanian bagi anak-anak.
“Harganya itu mulai masuk wisata Rp 3 ribu per orang, kemudian tiap wahana ada Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu,” imbuhnya.
Salah satu pengunjung, Yantiantika, mengaku tertarik dengan konsep wisata yang menggabungkan hiburan dan edukasi tersebut. “Ini worth it banget karena di sini biaya masuk murah, dan banyak permainan di sini, ada naik kereta, naik motor, terapi ikan sampai bisa petik sayuran, bisa jadi edukasi anak-anak melihat suasana desa,” ungkapnya.
Menurut Suyuti, wisata ini tidak hanya menyasar warga lokal, tetapi juga menarik kunjungan dari luar daerah, terutama saat musim mudik. Ke depan, Pemdes Sitiluhur berharap pengembangan wisata ini dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PAD) sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
“Sitiluhur potensi wisata banyak, ada air terjun kemudian ada bukit naga, masih banyak yang lain dalam rangka dana desa dari pusat memang kurang kita harus menggali potensi yang ada sehingga menjadi sumber daya pemerintah Desa Sitiluhur,” ungkap dia.
Pengembangan Sitiluhur Park menjadi salah satu contoh strategi desa dalam memanfaatkan sumber daya lokal secara berkelanjutan, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara