Indonesia Villages Expo 2026 menghadirkan 90 stan desa dan BUM Desa serta mempertemukan pelaku usaha, investor, dan calon pembeli untuk memperluas pemasaran produk unggulan desa hingga pasar internasional.
BATU – Produk unggulan desa dinilai memiliki peluang besar memasuki pasar internasional apabila didukung penguatan kapasitas usaha, profesionalisme Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), serta akses investasi dan jaringan perdagangan. Upaya memperluas pasar tersebut menjadi salah satu fokus penyelenggaraan Indonesia Villages Expo (Indovex) 2026 di Kota Batu, Jawa Timur, pada 2–4 November 2026.
Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendesa PDT) A. Riza Patria mengatakan, potensi ekonomi desa perlu dikembangkan agar produk lokal tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga bersaing di tingkat internasional.
“Kita ingin produk desa naik kelas, BUM Desa semakin profesional, pasar semakin luas, dan pendapatan masyarakat semakin meningkat,” ujarnya.
Menurut Riza, peningkatan daya saing produk desa membutuhkan dukungan berkelanjutan, mulai dari peningkatan produktivitas, penguatan kelembagaan usaha, hingga pembukaan akses pasar dan investasi. Dengan langkah tersebut, potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia di desa diharapkan dapat menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Ia mencontohkan keberhasilan sejumlah produk unggulan daerah yang telah menjangkau pasar luar negeri. Produk kerajinan dari Blitar dan gula aren dari Pacitan berhasil memasuki pasar internasional. Sementara itu, buah manggis asal Tasikmalaya telah diterima konsumen di Mesir.
“Kita patut bangga ketika produk kerajinan dari Blitar dan gula aren dari Pacitan mampu menjangkau pasar internasional atau buah manggis dari Tasikmalaya masuk dan diterima Mesir. Ini menunjukkan tantangan geografis tidak membatasi cita-cita masyarakat desa untuk terus maju dan berkembang,” ungkapnya.
Riza menyampaikan hal tersebut saat menghadiri sekaligus meresmikan Indovex 2026. Pameran yang untuk pertama kalinya diselenggarakan itu dirancang sebagai ruang pertemuan antara pelaku usaha desa, investor, produsen, dan calon pembeli.
Melalui kegiatan tersebut, BUM Desa diharapkan dapat memperluas jejaring bisnis, menemukan mitra usaha, serta memahami kebutuhan pasar. Pertemuan antara produsen dan pembeli juga diharapkan membuka peluang pemasaran produk desa secara lebih luas.
Selama tiga hari pelaksanaan, Indovex 2026 menghadirkan 90 stan desa dan BUM Desa dari berbagai daerah. Kota Batu sebagai tuan rumah turut berpartisipasi dengan menghadirkan 19 stan desa.
Pameran tersebut juga melibatkan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog), Gallery 24 Pegadaian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan, dan Pemprov Kalimantan Selatan (Kalsel). Selain itu, terdapat 30 stan Kuldesak atau Kuliner Desa Kreatif serta panggung hiburan yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Direktur PT Kinarya Cipta Kreasi sekaligus Ketua Panitia Indovex 2026, Windhu Widjaya, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada promosi produk. Panitia juga menyiapkan sejumlah agenda edukatif untuk meningkatkan kapasitas dan literasi masyarakat desa.
Agenda pendukung meliputi seminar, coaching clinic, workshop, serta meeting and matching business. Rangkaian kegiatan itu diharapkan memberikan tambahan pengetahuan bagi pelaku usaha desa sekaligus mempertemukan mereka dengan calon mitra bisnis dan investor.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Batu Nurrochman, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, serta jajaran pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jawa Timur Budi Sarwoto juga hadir mewakili Gubernur Jawa Timur.
Melalui Indovex 2026, pengembangan ekonomi desa diharapkan tidak berhenti pada kegiatan promosi dan pameran. Penguatan profesionalisme BUM Desa, perluasan jaringan perdagangan, peningkatan kualitas produk, serta terbentuknya kemitraan usaha yang berkelanjutan menjadi faktor penting agar produk unggulan desa mampu menembus pasar internasional dan meningkatkan pendapatan masyarakat. []
Redaksi 01
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara