Gebyar Budaya Kebumen Gratis, Wayang hingga Kuda Lumping Siap Tampil

Gebyar Budaya 2026 di Desa Logandu, Kebumen, menghadirkan beragam kesenian tradisional selama dua hari dan terbuka gratis bagi masyarakat pada 28–29 November.

KEBUMEN – Masyarakat dapat menikmati beragam kesenian tradisional tanpa dipungut biaya melalui Gebyar Budaya 2026 yang digelar di Lapangan Desa Logandu, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, pada 28–29 November mendatang. Kegiatan selama dua hari ini menghadirkan pertunjukan tari, musik tradisional, kuda lumping, hingga wayang sebagai ruang pengenalan dan pelestarian budaya daerah.

Festival tersebut dirancang terbuka untuk masyarakat umum. Selain menjadi hiburan, rangkaian pertunjukan diharapkan memberi kesempatan kepada warga untuk mengenal lebih dekat kesenian tradisional yang tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat.

Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun Instagram @kebudayaankebumen, kegiatan hari pertama, Sabtu (28/11/2026), dimulai pukul 08.00 WIB dengan senam budaya berdaya. Agenda dilanjutkan dengan pertunjukan flash mob Tari Cepetan.

Pada siang hari, mulai pukul 13.00 WIB, pengunjung dapat menyaksikan kenduri budaya dan penampilan Jamjaneng. Sementara itu, agenda malam pada pukul 19.00 WIB menghadirkan pertunjukan wayang kulit dan wayang golek yang melibatkan lima dalang.

Rangkaian kegiatan berlanjut pada Minggu (29/11/2026). Festival Kuda Lumping dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB, disusul Festival Tari Cepetan pada pukul 13.00 WIB.

Sebagai penutup, pengunjung akan disuguhi pertunjukan Lengger dan Tari Tayub mulai pukul 19.00 WIB. Ragam kesenian tersebut memperlihatkan kekayaan ekspresi budaya tradisional yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kebumen.

Seluruh agenda dipusatkan di Lapangan Desa Logandu. Masyarakat dari Kebumen maupun daerah sekitarnya dapat datang langsung untuk menyaksikan pertunjukan sesuai jadwal tanpa harus membeli tiket masuk.

Sebagaimana diberitakan SerayuNews, Gebyar Budaya 2026 menjadi bagian dari upaya pelestarian dan pemajuan kebudayaan melalui pengenalan kesenian tradisional kepada masyarakat. Penyelenggaraan festival secara terbuka diharapkan dapat memperluas apresiasi publik sekaligus mendorong generasi muda mengenal dan menjaga warisan budaya daerah. []

Redaksi 01

About redaksi01

Check Also

Pengelolaan Sampah Desa Dasan Anyar Masuki Tahap Persiapan

PDF 📄Musyawarah Desa Khusus Dasan Anyar menetapkan lahan 500 meter persegi di Pantai Poyang dengan …

Hutan Lestari, Warga Sejahtera: Banjar Perkuat Perhutanan Sosial

PDF 📄Pemkab Banjar menyusun dokumen Pengembangan Wilayah Terpadu Perhutanan Sosial untuk menyelaraskan penguatan usaha masyarakat, …

Posyandu Dahanrejo Layani 122 Warga, Mahasiswa Terlibat Langsung

PDF 📄Sebanyak 58 balita dari 122 peserta pelayanan mengikuti pemeriksaan pertumbuhan dalam program AKSI SEHAT …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *