Hasil ubinan 7,76 ton GKP per hektare di Campang Tiga Ulu memberi harapan bagi ketahanan pangan OKU Timur, tetapi 1.219,41 hektare lahan yang belum dikonstruksi dan kebutuhan pengairan masih menjadi tantangan.
OKU TIMUR DESA NUSANTARA – Sebanyak 1.219,41 hektare lahan yang telah disurvei untuk program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur), Sumatera Selatan (Sumsel), belum memasuki tahap konstruksi. Penyelesaian lahan tersebut menjadi pekerjaan lanjutan pemerintah daerah setelah panen di Desa Campang Tiga Ulu, Kecamatan Cempaka, menghasilkan potensi 7,76 ton gabah kering panen (GKP) per hektare di tengah musim kemarau dan ancaman El Niño.
Data Dinas Pertanian OKU Timur menunjukkan, dari total 6.149,97 hektare lahan yang telah melalui Survei Investigasi dan Desain (SID), konstruksi baru terealisasi pada 4.930,56 hektare. Sementara itu, penanaman dan panen padi telah dilakukan di area seluas 3.253,81 hektare dari lahan yang selesai dikonstruksi.
Kepala Dinas Pertanian OKU Timur Niswaturrohmah mengatakan, program cetak sawah yang dialokasikan pada 2025 diharapkan berlanjut pada 2026 atau 2027. Kelanjutan tersebut diperlukan agar lahan yang sudah disurvei dapat dibangun dan dimanfaatkan untuk memperluas areal tanam.
Tantangan berikutnya ialah memastikan lahan yang telah dibuka dapat terus produktif, terutama ketika pasokan air menjadi persoalan pada musim kemarau. Pemerintah pusat dan daerah telah memberikan dukungan sarana pertanian berupa 200 unit pompa air berukuran 3 inci dan 38 unit rice transplanter dari pemerintah pusat, serta 22 unit sumur bor dangkal dan dalam dari pemerintah daerah.
Bantuan tersebut diharapkan memperluas akses pengairan, mempermudah kegiatan budidaya, dan membantu menekan biaya produksi petani. Namun, keberadaan sarana itu perlu disertai pengelolaan yang konsisten dan pendampingan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Potensi produktivitas lahan baru terlihat dalam Panen Raya Indeks Pertanaman (IP) 200 di Desa Campang Tiga Ulu, Rabu (28/10/2026). Kegiatan yang dihadiri Bupati OKU Timur Lanosin itu berlangsung pada lahan seluas 3 hektare dari total 97,12 hektare lahan program CSR di desa tersebut. Padi yang ditanam menggunakan varietas Inpari 47 dan Inpari 49.
“Di tengah musim kemarau dan ancaman El Niño, alhamdulillah sektor pertanian OKU Timur tetap mampu menunjukkan ketahanannya. Ini menjadi bukti bahwa melalui kerja keras petani, dukungan pemerintah, dan sinergi seluruh pihak, produktivitas pertanian harus terus kita jaga dan tingkatkan,” ujar Lanosin, sebagaimana diberitakan Sahabat Rakyat, Kamis (29/10/2026).
Lanosin menilai program cetak sawah menjadi salah satu upaya mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Ia juga mendorong agar hasil produksi pertanian dicatat secara terukur oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sehingga kontribusi OKU Timur terhadap produksi pangan nasional dapat tergambarkan secara akurat.
Selain dukungan sarana pertanian, pemerintah daerah merencanakan pembangunan sodetan di wilayah pesisir Komering. Infrastruktur tersebut diarahkan untuk membantu penanganan banjir sekaligus melindungi lahan pertanian dari genangan.
“Cempaka bisa, maka wilayah lain juga harus bisa! Mari kita tularkan semangat, inovasi, dan keberhasilan ini agar semakin banyak wilayah mampu meningkatkan indeks pertanaman, produktivitas, dan kesejahteraan petani,” tegas Lanosin.
Harapan agar lahan baru tetap produktif juga disampaikan petani setempat. Mereka membutuhkan dukungan pengairan dan peralatan agar kegiatan pertanian dapat berjalan lebih baik, khususnya saat musim kemarau.
“Kami berharap lahan yang sudah dicetak bisa terus produktif, terutama saat musim kemarau. Bantuan pompa air dan alat pertanian sangat dibutuhkan agar pekerjaan lebih mudah dan hasil panen semakin baik,” ujarnya, Kamis (29/10/2026).
Dengan masih adanya lahan yang belum memasuki tahap konstruksi serta kebutuhan pengairan yang berkelanjutan, keberhasilan program cetak sawah tidak cukup diukur dari bertambahnya luas lahan. Penyelesaian pembangunan, pemanfaatan sarana pertanian, dan pendampingan petani akan menentukan sejauh mana program tersebut mampu meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan masyarakat OKU Timur. []
Redaksi 1
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara