Ancaman Banjir Membayangi Produktivitas Sawah di HSU

Panen raya di lahan sekitar 83 hektare di Desa Bajawit menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten HSU untuk memperkuat pendampingan petani, meningkatkan produktivitas, dan mengantisipasi potensi banjir setelah musim kemarau.

HULU SUNGAI UTARA DESA NUSANTARA  Ancaman banjir setelah musim kemarau menjadi salah satu tantangan yang perlu diantisipasi untuk menjaga keberlanjutan produksi padi di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Pemerintah daerah mendorong penguatan pendampingan petani sejak pengolahan lahan hingga masa panen, seiring keberhasilan panen raya di Desa Bajawit, Kecamatan Amuntai Selatan, pada Rabu (28/10/2026).

Panen raya yang digelar Dinas Pertanian HSU tersebut berlangsung di lahan sekitar 83 hektare. Kegiatan itu dihadiri Bupati HSU Sahrujani bersama unsur pemerintah daerah, perwakilan instansi terkait, pemerintah desa, dan petani setempat.

Sahrujani menilai dukungan terhadap petani tidak cukup hanya diberikan ketika hasil panen telah diperoleh. Pendampingan berkelanjutan dibutuhkan agar petani mampu mengelola lahan secara optimal sekaligus menghadapi berbagai kendala selama proses produksi.

“Dukungan terhadap petani perlu dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya saat masa panen, tetapi juga sejak pengolahan lahan hingga menghadapi berbagai kendala di lapangan,” ujar bupati, sebagaimana diberitakan Radar Banjarmasin, Kamis (29/10/2026).

Menurut Sahrujani, koordinasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, penyuluh pertanian lapangan (PPL), dan kelompok tani perlu diperkuat. Kerja sama lintas unsur tersebut diharapkan membantu mengidentifikasi persoalan yang dihadapi petani dan mempercepat penanganannya.

Selain persoalan pengelolaan lahan, perubahan cuaca juga menjadi perhatian. Setelah musim kemarau, potensi banjir perlu diantisipasi agar tidak menghambat kegiatan pertanian maupun berdampak terhadap kehidupan masyarakat.

Kesiapsiagaan menghadapi perubahan kondisi cuaca menjadi penting untuk menjaga keberlangsungan usaha tani. Karena itu, koordinasi antara pemerintah dan petani diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan panen raya selesai, tetapi terus berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

Panen di Bajawit menjadi salah satu momentum untuk mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Pemerintah Kabupaten HSU berharap upaya tersebut turut meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung pengembangan daerah sebagai pusat agrominapolitan.

“Upaya ini sejalan dengan visi HSU Bangkit, termasuk memperkuat daerah sebagai pusat agrominapolitan,” terangnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) HSU Fadillah, jajaran kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah HSU, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) HSU, Camat Amuntai Selatan beserta jajaran, perwakilan komando distrik militer (Kodim) dan Kepolisian Resor (Polres) HSU, pemerintah desa, serta para petani setempat.

Ke depan, kesinambungan pendampingan, koordinasi lintas instansi, dan kesiapan menghadapi risiko cuaca diharapkan menjadi bagian penting dari upaya menjaga produktivitas sawah di HSU. Dengan demikian, hasil panen yang baik dapat diikuti penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. []

Redaksi 1

About redaksi01

Check Also

Desa Tabarano Lutim Raih Mandaya Awards 2026 Berkat Inovasi Kebun Nanas

PDF 📄Inovasi mengubah lahan kritis menjadi perkebunan nanas yang terintegrasi dengan agrowisata dan pemberdayaan ekonomi …

Way Rarem Dibidik Jadi Pusat Ekonomi Wisata Baru Lampung Utara

PDF 📄Pengembangan Desa Wisata Berbudaya Anek Pekurun mengintegrasikan atraksi wisata berbasis tradisi Lampung, pemberdayaan UMKM, …

Khao Sok Bidik Pariwisata Berkelanjutan, Ekonomi Warga Lokal Jadi Perhatian

PDF 📄Pengembangan pariwisata Khao Sok di Thailand hingga 2030 diarahkan pada penguatan ekonomi masyarakat lokal, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *