Program peremajaan 700 hektare dan perluasan tanaman tebu rakyat di Dompu didukung bibit, pupuk, serta biaya penanaman untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat pasokan bahan baku industri gula.
DOMPU – Kemitraan dengan industri gula dan kenaikan harga tebu menjadi peluang bagi petani di Kabupaten Dompu untuk meningkatkan produksi melalui program peremajaan dan perluasan perkebunan. Pemerintah mengalokasikan program bongkar raton seluas 700 hektare serta perluasan tanaman tebu rakyat yang menyasar lahan petani di sejumlah desa.
Program dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) tersebut tidak hanya diarahkan untuk menambah luas areal tanam, tetapi juga memperbaiki produktivitas kebun yang tanamannya sudah berusia tua. Dukungan ini diharapkan memperkuat pasokan bahan baku industri gula sekaligus meningkatkan pendapatan petani.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Syahrul Ramadhan, mengatakan pemerintah daerah sedang membantu kelompok tani penerima program memenuhi persyaratan administrasi, termasuk menyiapkan rekening kelompok.
“Program bongkar raton dan perluasan tanaman tebu rakyat ini sedang kita fasilitasi petani dan kelompok untuk memenuhi syarat yang diminta kementerian,” katanya saat dihubungi, Kamis (29/10), sebagaimana diberitakan Ekbis NTB, Jumat, (30/10/2026).
Menurut Syahrul, dukungan yang disiapkan pemerintah mencakup bibit tebu, pupuk nonsubsidi, serta biaya Hari Orang Kerja (HOK) untuk menunjang kegiatan penanaman. Program tersebut juga dinilai memiliki prospek karena hasil panen petani dapat diserap melalui kemitraan dengan PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS).
Harga tebu yang mencapai Rp550 ribu per ton turut menjadi faktor pendukung. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan harga pada tahun-tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp400 ribu per ton.
“Program bongkar raton dan perluasan ini menjadi angin segar bagi petani tebu kita,” ungkap Syahrul.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Assyadat, menjelaskan program bongkar raton ditujukan kepada petani yang tanaman tebunya sudah tua dan mengalami penurunan produktivitas. Melalui program ini, tanaman lama akan diganti dengan benih baru agar kemampuan produksi kebun dapat ditingkatkan.
Program peremajaan tersebut mencakup 700 hektare lahan yang tersebar pada 25 kelompok tani di Desa Sorinomo, Nangakara, dan Beringin Jaya, Kecamatan Pekat.
Adapun perluasan tanaman tebu rakyat di Kecamatan Pekat menyasar 18 kelompok tani dengan lokasi di Desa Nangakara, Doropeti, Soritatanga, Karombo, Kadindi Barat, dan Sorinomo. Selain itu, perluasan juga mencakup lahan 200 hektare di Desa Riwo, Kecamatan Woja, yang diperuntukkan bagi empat kelompok tani.
Assyadat mengatakan para penerima program masih melengkapi dokumen persyaratan. Pelaksanaan penanaman juga menunggu kondisi cuaca yang mendukung, terutama turunnya hujan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.
“Karena pupuk yang dibantukan ini akan langsung dipantau efektivitasnya pada tanaman tebu selama dua minggu. Setelah itu baru dibagikan kepada petani penerima program,” jelasnya.
Keterlibatan petani dalam memasok bahan baku industri gula terlihat dari besarnya kontribusi tebu rakyat yang digiling PT SMS. Camat Pekat, Dermawansyah, mengatakan sebagian besar tebu yang diolah perusahaan tersebut berasal dari petani mitra.
“Sebagian besar tebu yang berhasil digiling berasal dari tebu mitra, yaitu tebu rakyat. Harganya juga tahun ini jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Besarnya kontribusi petani mitra membuat keberhasilan program peremajaan dan perluasan lahan menjadi penting bagi keberlanjutan industri gula di Dompu. Jika persyaratan administrasi, dukungan sarana produksi, dan kondisi cuaca terpenuhi, program tersebut diharapkan dapat memperkuat produksi tebu rakyat sekaligus menjaga pasokan bahan baku bagi industri pengolahan gula. []
Redaksi 01
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara