TAILEVU – Pemerintah daerah Tailevu, Fiji, berupaya mengubah potensi sumber daya alam pedesaan menjadi kegiatan ekonomi produktif agar masyarakat dapat memperoleh penghasilan tanpa harus meninggalkan kampung halaman. Pengembangan infrastruktur, pembukaan akses pasar, penguatan pertanian, hingga industri pengolahan kakao menjadi sejumlah agenda untuk menggerakkan ekonomi desa.
Dewan Provinsi Tailevu menilai keterbatasan aktivitas ekonomi berbasis uang tunai masih menjadi persoalan masyarakat di wilayah pedalaman. Padahal, kawasan tersebut memiliki sumber daya lahan dan alam yang berpotensi dikembangkan menjadi sumber pendapatan warga.
Ketua Dewan Provinsi Tailevu sekaligus Tui Nabou, Ratu Semi Matalau, mengatakan revitalisasi kawasan pedesaan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Pemerintah daerah ingin menciptakan peluang ekonomi yang memungkinkan masyarakat tetap tinggal di desa, tetapi memiliki sumber penghasilan yang memadai.
“Kami tahu bahwa kami memiliki banyak sumber daya, tetapi persoalannya adalah kurangnya aktivitas ekonomi berbasis uang tunai di wilayah pedesaan,” kata Ratu Semi dalam pertemuan Dewan Provinsi Tailevu pada 29 Oktober 2026.
Ia mengatakan, penguatan ekonomi pedesaan membutuhkan kerja sama dengan pemerintah pusat dan berbagai lembaga pembangunan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat penyediaan infrastruktur serta membuka peluang investasi di wilayah yang selama ini belum berkembang optimal.
Salah satu proyek yang diusulkan adalah pembangunan jembatan di Waidewara untuk menghubungkan wilayah Tailevu dengan Naitasiri. Infrastruktur tersebut direncanakan menggantikan akses penyeberangan yang sebelumnya mengandalkan perahu untuk menghubungkan kedua sisi wilayah.
Menurut Ratu Semi, keberadaan jembatan akan mempermudah mobilitas penduduk sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian menuju pasar. Akses transportasi juga diharapkan semakin terbuka menuju Suva, Bandara Nausori, Natovi, hingga kawasan Divisi Barat.
“Kami ingin menghubungkannya dengan industri lain seperti pertanian. Kami ingin masyarakat tetap tinggal di rumah dan menghasilkan pendapatan dari desa,” ujarnya.
Selain pembangunan infrastruktur, Dewan Provinsi Tailevu juga mempertimbangkan pembentukan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di Wainibuka. Kawasan tersebut berpotensi dikembangkan menjadi permukiman perkotaan berskala kecil di sepanjang koridor King’s Road.
Inisiatif pengembangan industri berbasis komoditas lokal juga mulai dirintis masyarakat. Warga Nasautoka diketahui telah menjalin komunikasi dengan sejumlah mitra dari luar negeri untuk mengembangkan usaha pengolahan kakao menjadi cokelat.
Rencana tersebut membuka peluang bagi masyarakat untuk tidak hanya menjual hasil perkebunan dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga mengembangkan produk olahan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Di sektor kelembagaan, Dewan Provinsi Tailevu merencanakan pembangunan pusat pengembangan di Vunivivi Hill. Proyek tersebut akan memanfaatkan lahan seluas dua hektare yang disediakan Kementerian Pertanahan.
Kompleks yang direncanakan dibangun di kawasan itu mencakup kantor dewan, gedung pertemuan, lapangan upacara adat, fasilitas untuk perempuan dan pemuda Tailevu, tempat tinggal staf, serta area komersial.
Fasilitas komersial tersebut berpotensi dilengkapi pusat perbelanjaan dan penginapan jangka pendek untuk mendukung aktivitas ekonomi serta pelayanan masyarakat.
Namun, rencana pembangunan tersebut masih dalam tahap penyusunan. Tim proyek yang terdiri atas tenaga-tenaga berkualifikasi asal Tailevu tengah menyiapkan berbagai detail, termasuk kebutuhan anggaran pembangunan pusat pengembangan Vunivivi Hill.
Ratu Semi juga mengungkapkan bahwa dukungan anggaran dari Kementerian Urusan iTaukei belum mengalami peningkatan meskipun kebutuhan pembangunan provinsi semakin besar. Untuk mendukung berbagai agenda tersebut, dewan berencana menggalang dana melalui pengaktifan kembali kegiatan Adi Tailevu.
Melalui berbagai rencana itu, Tailevu berupaya membangun kegiatan ekonomi yang lebih dekat dengan masyarakat. Penguatan infrastruktur, pengolahan hasil pertanian, dan penyediaan fasilitas komersial diharapkan dapat membuka lapangan usaha baru sekaligus mengurangi ketergantungan warga terhadap pekerjaan di luar desa.
Ratu Semi juga mengungkapkan bahwa dukungan anggaran dari Kementerian Urusan iTaukei belum mengalami peningkatan meskipun kebutuhan pembangunan provinsi semakin besar. Untuk mendukung berbagai agenda tersebut, dewan berencana menggalang dana melalui pengaktifan kembali kegiatan Adi Tailevu.
Melalui berbagai rencana itu, Tailevu berupaya membangun kegiatan ekonomi yang lebih dekat dengan masyarakat. Penguatan infrastruktur, pengolahan hasil pertanian, dan penyediaan fasilitas komersial diharapkan dapat membuka lapangan usaha baru sekaligus mengurangi ketergantungan warga terhadap pekerjaan di luar desa.
Redaksi02
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara