Sebanyak 12.261 personel keamanan gabungan mengawal Pilkades Serentak 2026 di 154 desa Kabupaten Bekasi, sementara masyarakat diminta menjaga kondusivitas hingga seluruh tahapan pemilihan selesai.
BEKASI – Pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di 154 desa se-Kabupaten Bekasi menjadi salah satu faktor yang mendukung berlangsungnya pemungutan suara secara tertib dan kondusif. Sebanyak 12.261 personel keamanan gabungan dikerahkan untuk mengawal pelaksanaan pemilihan pada Minggu (20/9/2026).
Kapolres Metro Bekasi Andi Oddang Riuh Hutomo mengatakan kesiapan personel di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) turut membantu mencegah potensi gangguan keamanan selama proses pemungutan suara. Pengamanan tersebut melibatkan unsur kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Bintara Pembina Desa (Babinsa), serta Perlindungan Masyarakat (Linmas).
Ia menilai koordinasi dan kesiapan seluruh unsur pengamanan diperlukan karena Pilkades berlangsung serentak di banyak wilayah desa. Kondisi tersebut membuat pemantauan situasi di masing-masing TPS menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan selama tahapan pemilihan.
“Personel pengamanan kemarin menempati ploting masing-masing, sangat presisi dan dinamis. Saya haturkan terima kasih kepada seluruh satuan yang bertugas. Kepada prajurit Kodim 0509, Brimob Polda juga Satpol PP maupun Babinsa dan Linmas,” kata dia.
Sebagaimana diberitakan Antara, Senin (21/09/2026), Andi mengatakan kondisi di TPS selama pemungutan suara berlangsung kondusif tanpa adanya gesekan. Kesiapan petugas, termasuk dalam membantu kebutuhan logistik dan administrasi pemilihan, disebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran proses.
Selain personel keamanan, masyarakat, calon kepala desa, simpatisan, dan pendukung masing-masing calon juga diminta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) hingga seluruh tahapan Pilkades selesai, termasuk setelah penetapan pemenang.
“Terima kasih warga Kabupaten Bekasi atas kerja sama, kedewasaan dan kesadaran dalam menjaga Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi 2026 sehingga berlangsung tertib, aman, damai dan kondusif,” katanya di Cikarang, Senin.
Menurut Andi, situasi aman tidak hanya perlu dipertahankan selama pencoblosan, tetapi juga setelah hasil pemilihan diketahui. Perbedaan pilihan di antara warga diharapkan tidak berkembang menjadi perselisihan yang mengganggu kehidupan masyarakat desa.
“Kalah menang tetap saudara. Mari terus menjaga persatuan dan persaudaraan serta bersama-sama menciptakan situasi Kabupaten Bekasi yang aman dan kondusif,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan selamat kepada para kepala desa terpilih. Para pemenang diharapkan dapat menjalankan amanah yang diberikan masyarakat serta mendorong kemajuan dan kesejahteraan desa.
Pesan untuk menjaga persatuan tersebut menjadi penting karena seluruh rangkaian Pilkades belum berhenti pada pemungutan suara. Masyarakat, calon, dan pendukung masih perlu menjaga suasana kondusif sampai seluruh tahapan administrasi dan penetapan pemenang tuntas.
Dengan pengamanan yang melibatkan ribuan personel dan koordinasi lintas unsur, pelaksanaan pemungutan suara di 154 desa Kabupaten Bekasi dapat berlangsung tanpa gangguan berarti. Kondusivitas pascapemungutan suara selanjutnya menjadi tanggung jawab bersama agar proses pergantian kepemimpinan di tingkat desa tetap berjalan tertib dan persaudaraan warga terjaga. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara