Pecalang dan Yowana Didorong Jadi Garda Keamanan Desa Adat Dauhwaru

JEMBRANA – Penguatan peran masyarakat adat menjadi salah satu langkah yang didorong Kepolisian Sektor (Polsek) Kota Jembrana untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Desa Adat Dauhwaru. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas pemangku, prajuru, pecalang, hingga kelompok pemuda adat agar mampu berkolaborasi menjaga lingkungan secara preventif.

Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pemangku, Prajuru Desa Adat, Pakis, Srati, Pecalang, dan Yowana Desa Adat Dauhwaru digelar di Wantilan Pura Puseh Desa Dauhwaru, Jumat (21/8/2026). Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.15 Wita dan melibatkan berbagai unsur masyarakat adat.

Peserta kegiatan berasal dari Sabha Desa Adat, Kertha Desa Adat, prajuru dan klian adat, pemangku Khayangan Tiga, pecalang, Pakis, Srati, Ketua Yowana, serta Sekaa Teruna Teruni (STT) se-Desa Dauhwaru.

Sejumlah materi diberikan untuk memperkuat pemahaman masing-masing unsur dalam menjalankan perannya. Materi kepemangkuan disampaikan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Jembrana, sementara materi mengenai peran prajuru desa adat diberikan Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Jembrana.

Adapun materi pemberdayaan Srati dan Pakis disampaikan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Jembrana. Sementara itu, peran pecalang dan yowana dalam menjaga keamanan desa adat disampaikan Polsek Kota Jembrana.

Kapolsek Kota Jembrana I Ngurah Agus Dwi Widiatmika menegaskan bahwa keamanan lingkungan tidak dapat hanya dibebankan kepada kepolisian. Menurutnya, keterlibatan unsur desa adat dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendeteksi serta mencegah potensi gangguan sejak dini.

“Pecalang dan Yowana memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Desa Adat. Melalui komunikasi, koordinasi dan sinergi yang baik dengan kepolisian, berbagai potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini,” ujar Kapolsek sebagaimana diberitakan Kpk Tipikor News, Sabtu, (22/08/2026).

Ia juga mengajak seluruh unsur desa adat menjaga komunikasi yang harmonis dengan mengutamakan pendekatan preventif dan humanis dalam menciptakan kondisi wilayah yang aman.

“Keamanan bukan hanya tugas kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan, kita dapat menciptakan Desa Adat yang aman, tertib dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Lurah Dauhwaru I Gede Purnama Kusuma Laksana, Ketua PHDI Kabupaten Jembrana I Wayan Windra, serta sejumlah unsur terkait lainnya. Kehadiran berbagai elemen tersebut memperlihatkan pentingnya keterhubungan antara lembaga adat, pemerintahan dan masyarakat dalam menjaga kondisi lingkungan.

Penguatan kapasitas ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pembekalan, tetapi berlanjut melalui komunikasi dan koordinasi di tingkat desa adat. Dengan keterlibatan pecalang, yowana, prajuru, pemangku dan unsur masyarakat lainnya, upaya menjaga keamanan dapat dilakukan lebih cepat sekaligus memperkuat kemitraan antara masyarakat adat dan kepolisian. []

Redaksi02

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Kekeringan Hantam 9 Desa di Parigi Moutong, 1.400 Hektare Sawah Terdampak

PDF đź“„PARIGI – Kekeringan yang berlangsung sejak pertengahan Juni 2026 mulai menekan kehidupan warga di …

15 Desa di Boltara Dilanda Kekeringan, Pemkab Gelar Shalat Istisqa

PDF đź“„BOLAANG MONGONDOW UTARA – Kekeringan yang berlangsung sejak awal Juli membuat sekitar 15 desa …

Kecelakaan Berulang, Warga Tanah Periuk Minta Jalan Dibangun Dua Jalur

PDF đź“„PASER – Keselamatan pengguna jalan menjadi perhatian warga Desa Tanah Periuk, Kabupaten Paser (Paser), …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *