BOLAANG MONGONDOW UTARA – Kekeringan yang berlangsung sejak awal Juli membuat sekitar 15 desa di empat kecamatan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sulawesi Utara (Sulut), mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boltara kembali menggelar shalat istisqa dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Olahraga Desa Talaga Tomuagu, Jumat (21/8/2026), menjadi pelaksanaan shalat istisqa ketiga yang digelar Pemkab Boltara dalam tiga hari berturut-turut.
Sebelumnya, kegiatan serupa digelar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bintauna, Kecamatan Bintauna, pada Rabu (19/8/2026), kemudian dilanjutkan di Lapangan Olahraga Kecamatan Bolangitang Timur pada Kamis (20/8/2026).
Bupati Boltara, Sirajudin Lasena, mengatakan pelaksanaan shalat istisqa merupakan ikhtiar lahir dan batin untuk menghadapi kemarau berkepanjangan yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan sebagaimana diberitakan Kompas, Jumat, (21/08/2026).
“Shalat istisqa dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar lahir dan batin memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan, serta diberikan keberkahan, keselamatan, dan dijauhkan dari bencana bagi seluruh masyarakat Kabupaten Boltara,” ujarnya, Jumat (21/8/2026).
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan shalat istisqa berjemaah, kemudian dilanjutkan dengan tausiah dan doa bersama. Shalat dipimpin Ustadz Basir Binjanati sebagai imam, sedangkan khotbah disampaikan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Boltara, Ustadz Iswan Syaban.
Kekeringan yang melanda Boltara tidak hanya berdampak pada aktivitas masyarakat, tetapi juga mulai memengaruhi ketersediaan sumber air. Sejumlah sumur gali, mata air, dan sungai dilaporkan mengalami penurunan debit, bahkan sebagian di antaranya mengering.
Kondisi tersebut telah dirasakan warga sejak awal Juli. Masyarakat terdampak mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari minum, memasak, mandi, mencuci hingga keperluan sanitasi.
Pelaksanaan shalat istisqa untuk ketiga kalinya menunjukkan seriusnya dampak kemarau yang sedang dihadapi masyarakat. Di tengah menurunnya ketersediaan sumber air, masyarakat berharap hujan segera turun sehingga kebutuhan air bersih dapat kembali terpenuhi dan kondisi kekeringan tidak meluas. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara