WONOGIRI – Literasi digital menjadi modal penting bagi pelaku usaha dan masyarakat Desa Cangkring, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, untuk menghadapi perubahan pola transaksi dan persaingan ekonomi. Melalui program Cerdas Berbelanja, Cerdas Berjualan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-T) IPB University membekali warga dengan pengetahuan sebagai konsumen sekaligus pelaku usaha di ruang digital.
Kegiatan yang digelar di Balai Desa Cangkring pada Rabu (29/7/2026) tersebut diikuti 22 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta masyarakat yang aktif berbelanja secara daring. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan warga dalam bertransaksi secara aman sekaligus memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar produk lokal, sebagaimana diberitakan Good News From Indonesia, Senin (10/8/2026).
Desa Cangkring memiliki lebih dari 30 pelaku UMKM. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mahasiswa KKN-T IPB University mendorong peningkatan literasi digital agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna platform perdagangan elektronik (e-commerce), tetapi juga mampu memanfaatkannya sebagai sarana pengembangan usaha.
Materi mengenai Konsumen Cerdas disampaikan mahasiswa Program Studi Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB University, Salsabila Ayunani Rizqi. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai perkembangan perdagangan elektronik, kelebihan dan kekurangannya, cara berbelanja secara bijak, serta langkah pengaduan apabila menghadapi persoalan dalam transaksi digital.
Sementara itu, materi Penjual Cerdas disampaikan mahasiswa Program Studi Agribisnis IPB University, Jody Lawana Maheswara. Materi tersebut menitikberatkan pada pemanfaatan media digital untuk memperluas pemasaran UMKM, membangun kepercayaan pelanggan, serta memenuhi aspek legalitas seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat halal.
Peserta juga diperkenalkan dengan konsep 5K sebagai dasar pengembangan usaha, yakni kualitas, kebersihan, kejujuran, konsistensi, dan komunikasi. Materi tersebut dilengkapi dengan diskusi dan tanya jawab mengenai pengalaman bertransaksi secara daring, strategi promosi produk, serta pentingnya legalitas usaha.
Ketua Tim KKN-T IPB University Desa Cangkring, Jody Lawana Maheswara, mengatakan pemahaman digital diharapkan dapat membuat masyarakat lebih percaya diri dalam mengembangkan usaha sekaligus lebih bijak ketika berbelanja.
“Melalui program ini, kami berharap masyarakat tidak hanya semakin bijak dalam berbelanja, tetapi juga semakin percaya diri mengembangkan usahanya melalui pemanfaatan teknologi digital. Dengan literasi yang baik sebagai konsumen maupun penjual, UMKM desa diharapkan dapat tumbuh lebih berdaya saing,” ujarnya.
Salsabila Ayunani Rizqi menilai kemampuan memahami hak dan kewajiban sebagai konsumen juga semakin penting seiring meningkatnya transaksi melalui platform digital.
“Kemudahan berbelanja melalui platform digital perlu diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam mengenali hak dan kewajibannya sebagai konsumen. Dengan begitu, masyarakat dapat bertransaksi secara lebih aman, cermat, dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Evaluasi melalui pretest dan posttest menunjukkan pengetahuan peserta meningkat sebesar 2,3 persen setelah mengikuti kegiatan. Hasil tersebut menjadi indikasi adanya tambahan pemahaman warga mengenai perilaku konsumsi yang bijak dan strategi pengembangan usaha berbasis digital.
Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari. Dengan kemampuan bertransaksi secara cermat dan mengembangkan pemasaran secara digital, pelaku UMKM Desa Cangkring diharapkan semakin mampu membangun kepercayaan konsumen serta memperluas peluang pasar produknya. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara