479 Warga di Tiga Desa Aceh Tenggara Terdampak Banjir

Banjir merendam tiga desa di Aceh Tenggara dan berdampak terhadap 479 warga, permukiman, lahan pertanian, serta akses jalan nasional, sementara petugas melakukan penanganan pada tanggul yang jebol.

ACEH TENGGARA – Tiga desa di Kabupaten Aceh Tenggara terdampak banjir setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat menyebabkan tanggul Sungai Lawe Kisam jebol dan luapan air Sungai Lawe Kinga. Peristiwa tersebut berdampak terhadap 124 kepala keluarga (KK) atau 479 jiwa serta permukiman dan lahan pertanian warga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara Asbi mengatakan banjir melanda Desa Peseluk Pesimbe dan Desa Lembah Alas di Kecamatan Deleng Pokhkison serta Desa Kuning I di Kecamatan Bambel.

“Sebanyak 124 kepala keluarga atau 479 jiwa terdampak banjir yang terjadi di tiga desa pada dua kecamatan di Aceh Tenggara,” kata Asbi sebagaimana diberitakan Metro TV, Sabtu, (26/09/2026).

Banjir terjadi setelah cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur sebagian besar wilayah Aceh Tenggara. Kondisi tersebut membuat debit Sungai Lawe Kisam dan Sungai Lawe Kinga meningkat.

Di Desa Peseluk Pesimbe, Kecamatan Deleng Pokhkison, peningkatan debit air menyebabkan tanggul Sungai Lawe Kisam jebol. Luapan air kemudian berdampak langsung terhadap permukiman penduduk dan lahan pertanian di sekitar lokasi.

“Jebolnya tanggul Sungai Lawe Kisam menyebabkan air meluap dan berdampak terhadap permukiman penduduk serta lahan pertanian di sekitar lokasi kejadian,” ujarnya.

Dampak banjir juga dirasakan warga Desa Kuning I, Kecamatan Bambel. Luapan air di sekitar jembatan desa membawa material lumpur dan kayu hingga menutup badan jalan nasional dengan ketebalan sekitar 35 hingga 45 sentimeter.

“Luapan banjir di Jembatan Kuning I membawa lumpur dan kayu sehingga jalan nasional tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Kemacetan mencapai kurang lebih dua kilometer,” ujar Asbi.

Kondisi tersebut membuat akses transportasi di sekitar Desa Kuning I terganggu. Sementara itu, dampak banjir di tiga desa mencakup permukiman warga dan lahan pertanian yang berada di sekitar lokasi luapan air.

Untuk menangani dampak di Desa Peseluk Pesimbe, BPBD Aceh Tenggara melakukan kaji cepat dan mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk pendataan. Petugas juga menurunkan satu unit alat berat excavator guna menangani tanggul Sungai Lawe Kisam yang jebol.

“Kami juga telah menurunkan satu unit alat berat excavator ke Desa Peseluk Pesimbe untuk melakukan penanganan terhadap tanggul yang jebol. Untuk kondisi terakhir air sudah surut,” jelas Asbi.

Surutnya air menjadi perkembangan terakhir penanganan banjir, sementara pendataan dan penanganan tanggul dilakukan untuk menangani dampak yang terjadi di wilayah desa. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Baskara Bakti Dorong UMKM Terapkan Wisata Ramah Lingkungan

PDF đź“„Desa Baskara Bakti memperkuat pengembangan wisata ramah lingkungan dengan membekali pelaku UMKM dan masyarakat …

68 Desa Kekurangan Air, BPBD Banyumas Salurkan 4 Juta Liter

PDF đź“„Puluhan desa di Banyumas menghadapi kebutuhan air bersih yang terus meningkat setelah kekeringan meluas …

Koperasi Desa Jadi Penggerak Usaha Nelayan Sinjai

PDF đź“„Integrasi koperasi dengan kampung nelayan di Tongke-Tongke diarahkan untuk memperluas akses permodalan, menyerap hasil …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *