Lumbung desa yang sebelumnya tidak digunakan di Desa Tumpuk, Pacitan, kini dimanfaatkan sebagai ruang belajar bagi 22 anak untuk membaca, bermain, dan mengembangkan keterampilan di tengah keterbatasan akses internet.
PACITAN – Sebuah lumbung desa yang sebelumnya tidak digunakan di Desa Tumpuk, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur (Jatim), kembali dimanfaatkan sebagai fasilitas belajar masyarakat. Bangunan tersebut kini menjadi Ruang Pintar Al Madani yang digunakan 22 anak untuk belajar, membaca, bermain, dan mengembangkan keterampilan.
Pemanfaatan kembali bangunan tersebut memberi anak-anak di Desa Tumpuk ruang belajar yang lebih dekat dari rumah. Fasilitas itu menjadi salah satu pilihan kegiatan belajar di tengah keterbatasan akses internet dan sinyal di wilayah tersebut.
Ruang Pintar Al Madani didampingi Naning Tri Widayanti dan Mila Daruwati. Kegiatan pembelajaran mengacu pada modul Ruang Pintar dengan materi yang diarahkan untuk mengembangkan literasi, kreativitas, dan keterampilan anak.
Sebanyak delapan orang tua dari 22 peserta tercatat sebagai nasabah PT Permodalan Nasional Madani (Persero) (PNM). Dukungan PNM turut membuat bangunan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dapat digunakan kembali untuk kegiatan anak-anak di lingkungan desa.
Kepala Desa (Kades) Tumpuk Harjianto mengatakan keberadaan ruang tersebut memberikan fasilitas belajar yang lebih dekat bagi anak-anak di wilayahnya.
“Kami sangat berterima kasih kepada PNM. Program ini sangat membantu pembelajaran anak-anak di kampung kami,” ujar Harjianto.
Pemanfaatan fasilitas tersebut juga dirasakan oleh peserta. Haiba Zia Aimahyra, salah satu anak yang mengikuti kegiatan di Ruang Pintar Al Madani, mengatakan keberadaan ruang itu memberinya tempat untuk belajar dan bermain bersama teman-temannya.
“Kami senang sekali dengan adanya Ruang Pintar karena punya tempat yang nyaman untuk belajar, membaca, dan bermain sambil menambah ilmu. Terima kasih PNM,” kata Haiba.
Sebagaimana diberitakan TribunJatim, Sabtu, (26/09/2026), Pimpinan Cabang PNM Wonogiri Setia Budi mengatakan penggunaan kembali lumbung desa menunjukkan bahwa fasilitas sederhana dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami senang melihat manfaat yang dirasakan satu keluarga bisa lebih luas. Orang tuanya mendapatkan pembiayaan untuk mendukung usaha, sementara anak-anaknya punya tempat belajar yang nyaman. Dari ruang yang sebelumnya tidak terpakai, sekarang ada 22 anak yang bisa belajar dan berkegiatan bersama di Ruang Pintar Al Madani.”
Perubahan fungsi bangunan tersebut membuat lumbung desa yang sebelumnya kosong kembali digunakan secara rutin. Kini, fasilitas itu menjadi tempat berkegiatan bagi anak-anak Desa Tumpuk, khususnya untuk belajar, membaca, bermain, dan mengembangkan keterampilan.
Pemanfaatan tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan penggunaan fasilitas desa agar tetap memberi manfaat bagi masyarakat sesuai kebutuhan lingkungan setempat. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara