BENGKAYANG – Program penguatan ketahanan pangan berbasis keluarga di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar), semakin diperkuat melalui panen raya jagung hasil kolaborasi pemerintah daerah, kelompok tani, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), dan masyarakat.
Kegiatan panen raya jagung tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan lahan pertanian serta pekarangan rumah agar mampu menghasilkan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.
Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis mengatakan, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kerja sama berbagai unsur masyarakat dapat memberikan dampak nyata terhadap kemandirian pangan daerah.
“Panen raya ini bukan sekedar simbol keberhasilan produksi pertanian, tetapi juga bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan organisasi kemasyarakatan mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya saat kegiatan Panen Raya Jagung yang disinergikan dengan Program Kerja Pokja III PKK di Bengkayang, Jumat, sebagaimana dilansir Waspada, Selasa (16/06/2026).
Menurutnya, jagung menjadi salah satu komoditas strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta berperan dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat. Karena itu, peningkatan produksi perlu dilakukan melalui optimalisasi lahan, penerapan teknologi pertanian yang sesuai, serta peningkatan kemampuan petani.
Pemanfaatan lahan pekarangan juga menjadi perhatian dalam program tersebut. Melalui keterlibatan TP PKK, masyarakat didorong untuk mengembangkan sumber pangan dari lingkungan rumah sehingga kebutuhan keluarga dapat dipenuhi secara lebih mandiri.
“PKK turut berkontribusi dalam membangun kemandirian pangan keluarga sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat melalui berbagai program yang dijalankan,” ujarnya.
Bupati Bengkayang berharap kegiatan tersebut dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan pertanian berbasis keluarga dan masyarakat. Pemerintah daerah juga berkomitmen memberikan dukungan melalui penyediaan sarana produksi, pendampingan teknis, akses permodalan, hingga pengembangan produk turunan hasil pertanian.
Sementara itu, Wakil Ketua I Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalbar Donata Dirasig Krisantus Kurniawan menilai panen raya jagung membuktikan bahwa gerakan PKK dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, ketahanan pangan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Pemanfaatan lahan pekarangan dan pengembangan pangan lokal dinilai mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan kualitas gizi keluarga.
“Melalui program pemanfaatan lahan pekarangan dan pengembangan pangan lokal, kata dia, keluarga dapat memenuhi sebagian kebutuhan pangannya secara mandiri sekaligus meningkatkan kualitas gizi keluarga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jagung tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga berkontribusi terhadap pemenuhan gizi masyarakat karena mengandung karbohidrat, serat, dan vitamin yang mendukung kesehatan keluarga.
“Jagung memiliki kandungan karbohidrat, serat dan vitamin yang baik untuk mendukung mencukupi gizi keluarga, terutama bagi anak-anak,” katanya.
Selain menghasilkan bahan pangan utama, pengembangan produk olahan berbahan dasar jagung juga dinilai dapat membuka peluang usaha baru bagi kelompok wanita tani dan pelaku usaha mikro di pedesaan.
Melalui penguatan sektor pertanian berbasis keluarga, Pemerintah Kabupaten Bengkayang berharap masyarakat semakin mampu memanfaatkan potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara