Dari Trebisan ke Tarubasan, Begini Asal-usulnya

KLATEN – Nama Desa Tarubasan, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menyimpan kisah yang berkaitan dengan keberadaan sumber mata air besar dan pohon yang disebut Trebis. Cerita yang diwariskan masyarakat secara turun-temurun itu juga mengaitkan kawasan tersebut dengan kunjungan Paku Buwono IX pada masa pemerintahannya.

Kisah tersebut bermula dari kawasan yang dikenal masyarakat sebagai Trebisan. Di lokasi itu terdapat sumber mata air besar yang dalam cerita setempat memiliki kaitan dengan pusaka yang dipercaya menjadi penyebab munculnya mata air.

Pada masa pemerintahan Paku Buwono IX, kawasan Trebisan konon didatangi atau “ditedhak” oleh sang raja. Dalam cerita yang berkembang, sumber mata air tersebut kemudian disumbat menggunakan sebuah gong berukuran besar yang ditambah bebatuan.

Jejak penimbunan sumber mata air itu disebut masih dapat ditemukan hingga sekarang. Keberadaan mata air dan pohon Trebis kemudian menjadi bagian dari cerita yang melekat pada kawasan tersebut.

Sebagaimana diberitakan Tribunsolo, Jumat, (18/09/2026), kabar mengenai kedatangan Paku Buwono IX di kawasan Trebisan menyebar ke berbagai pelosok desa. Masyarakat yang penasaran kemudian berbondong-bondong mendatangi kawasan tersebut untuk melihat sang raja.

Semakin banyak warga yang mengetahui kawasan itu, semakin dikenal pula nama Trebisan di lingkungan masyarakat sekitar. Penyebutan tersebut kemudian mengalami perubahan secara bertahap hingga menjadi Tarubasan.

Nama Tarubasan selanjutnya digunakan sebagai nama desa di Kecamatan Karanganom dan bertahan hingga sekarang. Dengan demikian, cerita asal-usulnya tidak hanya berkaitan dengan perubahan penyebutan nama, tetapi juga memperlihatkan bagaimana sejarah lokal, kondisi alam, dan tradisi lisan masyarakat saling berkaitan.

Kisah mengenai Trebisan juga tidak terlepas dari lingkungan pedesaan di sekitar Tarubasan yang sejak dahulu berkaitan dengan sumber air dan kehidupan pertanian. Unsur alam tersebut menjadi bagian dari identitas kawasan yang terus diwariskan melalui cerita masyarakat.

Selain menyimpan cerita sejarah, kawasan Karanganom dan sekitarnya memiliki sejumlah lokasi yang dapat dikunjungi. Salah satunya Embung Sikajar di Desa Pondok, Kecamatan Karanganom, yang awalnya dibangun untuk kebutuhan irigasi sebelum dimanfaatkan pula sebagai tempat bersantai.

Embung Sikajar menawarkan suasana pedesaan dengan pemandangan persawahan dan perbukitan. Kawasan tersebut menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin menikmati lingkungan alam di sekitar Karanganom.

Di wilayah yang sama juga terdapat New Rivermoon Adventure Resto & Fun yang menawarkan wisata kuliner serta aktivitas air, termasuk tubing di aliran sungai. Sementara itu, sejumlah umbul di wilayah Klaten dikenal sebagai tujuan wisata yang memanfaatkan sumber mata air alami.

Rangkaian cerita mengenai Trebis, mata air, dan perubahan nama dari Trebisan menjadi Tarubasan menunjukkan bahwa identitas sebuah desa dapat terbentuk dari perpaduan sejarah, lingkungan alam, dan ingatan kolektif masyarakat. Warisan cerita tersebut menjadi bagian dari sejarah lokal yang masih dikenal hingga kini. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Tak Hanya Beternak, Perempuan Desa Yosorejo Tekuni Usaha Jahit

PDF 📄PEKALONGAN – Aktivitas menjahit di Desa Yosorejo, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, menjadi salah satu …

Desa Denanyar Dorong Ekonomi Warga Lewat Gelar Potensi

PDF 📄JOMBANG – Kreativitas warga menjadi bagian penting dalam penutupan Gelar Potensi Desa Denanyar 2026 …

Desa Wisata Bilebante Jadi Tempat Belajar Kuliner Khas Lombok

PDF 📄LOMBOK TENGAH – Siswa yang berkunjung ke Desa Wisata Bilebante, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *