KUPANG – Menteri Desa (Mendes) Yandri Susanto meminta seluruh kepala daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) aktif mengusulkan program pembangunan berbasis desa agar mendapatkan dukungan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Langkah itu dinilai penting untuk mempercepat pengembangan potensi desa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Yandri menyampaikan hal tersebut usai meninjau salah satu desa di Kabupaten Kupang, Jumat (15/05/2026). Menurut dia, banyak potensi desa di NTT yang bisa dikembangkan melalui program desa wisata, desa tematik, hingga desa ekspor.
“Saya tinjau desa wisata dan desa tematik, kita akan bantu desa-desa di Kupang, bukan saja di Kupang, di NTT,” kata Yandri Susanto sebagaimana diberitakan Pos Kupang, Jumat (15/05/2026).
Ia menjelaskan, Kementerian Desa memiliki sejumlah program strategis yang dapat diakses pemerintah desa melalui pengajuan proposal. Program tersebut meliputi pengembangan desa ekspor, desa wisata, hingga sektor peternakan dan pertanian terpadu.
“Kita bisa bikin Desa ayam petelur, desa ayam pedaging, desa wisata, desa ekspor tadi ada rumput laut, kemudian ada desa buah-buahan,” katanya.
Yandri menuturkan, rencana pengembangan program desa di NTT telah dibahas bersama Gubernur NTT Melki Laka Lena serta sejumlah kepala daerah. Sosialisasi program dijadwalkan berlangsung tahun ini, sementara implementasi awal ditargetkan mulai berjalan pada 2027.
“Saya sudah bicara dengan Pak Gubernur, Pak Bupati, masuk melalui Pak Ahmad Yohan nanti kita bantu desa-desa di NTT,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) NTT Ahmad Yohan menegaskan pihaknya siap mengawal seluruh program pembangunan desa yang masuk ke wilayah NTT.
Menurut Ahmad Yohan, instruksi Ketua Umum (Ketum) PAN Zulkifli Hasan meminta seluruh kader partai, termasuk anggota DPRD dan kepala daerah, untuk mendukung pembangunan nasional melalui kerja nyata di daerah.
“Perintah Bantu Zul harus terus bekerja untuk bantu rakyat,” katanya.
Ia menambahkan, dukungan pembangunan yang telah diperjuangkan di NTT di antaranya industri garam di Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sabu Raijua, dan Kabupaten Kupang, serta pembangunan industri udang senilai Rp7 triliun di Kabupaten Sumba Timur.
“Semua yang kita kerjakan ini bukan sekadar elektoral. Tapi tanggung jawab Partai Amanat Nasional sebagaimana perintah Ketua Umum, membangun kolaborasi kemitraan dengan Pemerintah Daerah,” katanya.
Ahmad Yohan menilai kunjungan Mendes ke NTT menjadi sinyal positif bagi percepatan pembangunan desa tertinggal di daerah tersebut. Ia berharap kolaborasi pemerintah pusat dan daerah mampu menghapus stigma kemiskinan yang selama ini melekat pada NTT.
“Kami akan mengawalnya, bukan kepentingan partai. Ini kepentingan Nusa Tenggara Timur yang kita cintai agar jangan lagi orang bilang NTT ini Nasib Tidak Tentu, karena kita miskin. PAN bersedia bekerja sama seluruh kekuatan untuk bangun NTT,” ujarnya. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara