KSM Pempes Randupitu Dorong Gerakan Peduli Lingkungan Berkelanjutan

PASURUAN Pemerintah Desa (Pemdes) Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan menerima kunjungan studi pengelolaan sampah dari Pondok Pesantren (Ponpes) Ngalah sebagai upaya memperkuat budaya peduli lingkungan berbasis masyarakat, Kamis (14/5/2026). Kegiatan tersebut dipusatkan di Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Pempes yang selama ini aktif mengembangkan sistem pengelolaan dan pengolahan sampah mandiri berkelanjutan di desa setempat.

Dalam kegiatan itu, peserta diajak mempelajari secara langsung proses pengelolaan sampah organik dan anorganik, mulai dari tahap pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi bagi masyarakat. Program tersebut juga menjadi sarana edukasi lingkungan bagi peserta agar mampu menerapkan sistem serupa di lingkungan pesantren maupun masyarakat luas.

Kepala Desa (Kades) Randupitu, Mochammad Fuad, mengatakan kunjungan studi tersebut menjadi langkah positif dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan dari Pondok Pesantren Ngalah. Ini menjadi langkah positif untuk memperkuat budaya peduli lingkungan dan membangun kesadaran bersama bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Menurut Fuad, persoalan sampah membutuhkan edukasi berkelanjutan agar masyarakat memahami pentingnya pengelolaan limbah secara tepat. Karena itu, Pemdes Randupitu terus mendorong inovasi pengelolaan sampah yang tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi warga.

“Kami ingin pengelolaan sampah ini menjadi gerakan bersama yang produktif, edukatif, dan berkelanjutan. Tidak hanya menciptakan lingkungan bersih, tetapi juga membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan,” tambahnya.

Peserta studi lapangan juga mendapat penjelasan mengenai praktik pengelolaan sampah rumah tangga hingga pemanfaatan limbah yang dapat diolah kembali menjadi produk bernilai guna. Kegiatan tersebut, sebagaimana diberitakan Tribun Jatim Timur, Kamis, (14/05/2026), diharapkan menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan dan masyarakat untuk memperluas gerakan peduli lingkungan berbasis komunitas.

“Kami terbuka untuk kegiatan pembelajaran dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Harapannya, budaya peduli lingkungan ini bisa terus tumbuh dan menjadi gerakan bersama,” jelasnya.

Sementara itu, pihak Ponpes Ngalah mengapresiasi sambutan dan kesempatan belajar yang diberikan Pemdes Randupitu bersama KSM Pempes selama kegiatan berlangsung. Mereka berharap hasil studi tersebut dapat menjadi bekal dalam mengembangkan program pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan di lingkungan pesantren. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Pelajar Desa Banjaran Raya Meninggal Usai Tenggelam di Sungai

PDF đź“„LANGKAT – Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), Lutfy Ardiansyah (14), ditemukan meninggal dunia …

13 Desa Kekurangan Air, BPBD Bangka Tengah Salurkan Bantuan

PDF đź“„KOBA – Krisis air akibat kemarau mulai meluas di Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka …

Wamen LH Dorong Perusahaan Ikut Kendalikan Karhutla Gambut

PDF đź“„KUBU RAYA – Pengendalian air menjadi salah satu kunci penanganan kebakaran hutan dan lahan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *