13 Desa Kekurangan Air, BPBD Bangka Tengah Salurkan Bantuan

KOBA – Krisis air akibat kemarau mulai meluas di Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, dengan 13 desa dan satu kelurahan tercatat terdampak. Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Tengah memperkuat penanganan bersama pemerintah desa, kelurahan, dan pihak terkait untuk memenuhi kebutuhan air warga.

Kepala BPBD Bangka Tengah Yudhi Sabara mengatakan kekeringan terjadi setelah musim kemarau berlangsung sekitar dua bulan. Wilayah terdampak tersebar di sejumlah kecamatan, sementara sebagian warga mulai menghadapi kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Catatan desa yang mengalami krisis air musim kemarau, yakni Cambai, Cambai Selatan, Mangkol, Sungkap, Celuak, Namang dan Kurau Barat,” katanya, sebagaimana diberitakan Antara, Minggu, (23/08/2026).

Selain wilayah tersebut, kekeringan juga melanda Desa Belimbing, Kulur, Kulur Ilir, Nibung, Mesu, dan Baskara Bhakti. Krisis air turut dirasakan warga Kelurahan Arung Dalam yang menjadi salah satu kawasan permukiman terdampak.

Untuk mengurangi beban masyarakat, BPBD Bangka Tengah telah menyalurkan air bersih ke sejumlah desa. Penanganan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang berperan sebagai koordinator satuan tugas kekeringan.

“Beberapa desa sudah kita salurkan air bersih yang berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Kementerian PU sebagai koordinator satgas kekeringan,” katanya.

BPBD Bangka Tengah masih berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk memperluas dukungan penanganan, terutama bagi desa dan wilayah lain yang berpotensi mengalami kekurangan air. Langkah tersebut diperlukan karena kebutuhan masyarakat dapat meningkat apabila musim kemarau terus berlangsung.

“Mudah-mudahan ke depan dapat dibantu dari kawan-kawan pihak eksternal, kami sedang koordinasi,” ujarnya.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diminta menggunakan persediaan air secara bijak serta segera melaporkan apabila mengalami kekurangan air kepada pemerintah setempat. Informasi dari warga dinilai penting agar bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Kekeringan juga menjadi perhatian karena dampak musim kemarau tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan air, tetapi turut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karena itu, BPBD terus memantau wilayah terdampak dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta kelurahan untuk mengantisipasi perluasan dampak kemarau.

“Kita berharap langkah tersebut dapat mempercepat penanganan apabila kondisi kekeringan meluas dan kebutuhan air masyarakat semakin meningkat,” demikian Yudhi Sabara. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

90 Pengurus KDKMP Belajar Bisnis Pertanian hingga Digital

PDF 📄BANDUNG – Program magang bagi pengurus Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diarahkan …

Kebakaran Sade, Pemerintah Siapkan Restorasi Berbasis Budaya

PDF 📄LOMBOK TENGAH – Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan masyarakat mulai mendorong restorasi Desa …

BNPB Percepat Evakuasi Lansia Korban Gempa dari Wilayah Terpencil

PDF 📄SIKKA – Seorang warga lanjut usia (lansia) dari Desa Nitunhlea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *