PAGARALAM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) kembali membuka operasional Desa Wisata Gunung Dempo di Kota Pagaralam setelah sempat ditutup beberapa pekan akibat persoalan regulasi dan perizinan lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 7. Pembukaan kembali destinasi wisata unggulan tersebut diharapkan mampu menghidupkan kembali sektor pariwisata dan kunjungan wisatawan di kawasan Gunung Dempo.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemprov Sumsel, Rudi Irawan, mengatakan pembukaan kembali Desa Wisata Gunung Dempo merupakan hasil koordinasi intensif antara Pemprov Sumsel dan pihak perkebunan. Kebijakan itu juga menjadi tindak lanjut atas permintaan Gubernur Sumsel melalui surat Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel.
“Pembukaan kembali ini untuk menjawab permintaan Gubernur Sumsel Herman Deru melalui surat Sekretaris Daerah. Pihak PTPN I Regional 7 telah menerbitkan surat izin operasional kembali tertanggal 13 Mei 2026,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Koran Jakarta, Jumat, (15/05/2026).
Ia menjelaskan, izin operasional yang diberikan masih bersifat sementara. Pengelola Desa Wisata Gunung Dempo diberi waktu selama tiga bulan untuk melengkapi seluruh dokumen administrasi dan perizinan yang dipersyaratkan.
Surat izin tersebut ditandatangani Pelaksana Tugas (Plt) Head Region PTPN I Regional 7, Iyan Heriyanto, serta ditembuskan kepada Gubernur Sumsel, Wali Kota Pagaralam, dan instansi terkait lainnya.
Sebelumnya, aktivitas wisata di kawasan Gunung Dempo dihentikan sementara karena adanya ketidaksesuaian pemanfaatan lahan HGU. Reaktivasi destinasi wisata itu mengacu pada surat Sekda Sumsel Nomor 800/2713/Disbudpar.IV/2026 tertanggal 12 Mei 2026 sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan sektor pariwisata daerah.
Pemprov Sumsel berharap masa transisi selama tiga bulan dapat dimanfaatkan pengelola untuk mempercepat pemenuhan legalitas agar aktivitas wisata tidak kembali terganggu. Kawasan Gunung Dempo sendiri selama ini menjadi salah satu magnet wisata utama di Sumsel karena menawarkan panorama alam dan berbagai destinasi unggulan.
Sejumlah objek wisata yang kembali dibuka di antaranya Bukit Tungguan, Nature High Vila, Kabelban Reas Area, kebun stroberi DS Planting, Homestay Wabisabi Kampung 4, lahan pertanian musiman, hingga rumah registrasi pendakian Gunung Dempo atau Brigade.
Dengan dibukanya kembali kawasan wisata tersebut, pemerintah berharap sektor ekonomi masyarakat sekitar kembali bergerak dan kunjungan wisatawan ke Pagaralam meningkat. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara