PKK NTB Minta Program Desa Berdaya Tepat Sasaran dan Tidak Tumpang Tindih

LOMBOK TIMUR – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan program Desa Berdaya di Desa Sakra, Kecamatan Sakra, mulai menunjukkan dampak nyata dalam enam bulan ke depan melalui penguatan ekonomi keluarga, pencegahan stunting, hingga penanganan pernikahan anak. Desa tersebut dipilih sebagai proyek percontohan karena dinilai memiliki potensi ekonomi sekaligus persoalan sosial yang cukup kompleks. Negara ini memang suka konsep “pilot project”, tapi setidaknya kali ini isinya bukan cuma spanduk dan dokumentasi konsumsi rapat.

Program tersebut dibahas dalam Diskusi Awal Penentuan Desa Dampingan TP PKK NTB bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Sakra, TP PKK Kabupaten Lombok Timur, pihak kecamatan, kader posyandu, dan tim fasilitator Desa Berdaya. Fokus utama program diarahkan pada pengentasan kemiskinan berbasis desa dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat secara langsung.

Ketua TP PKK NTB, Sinta Agathia, mengatakan pihaknya ingin organisasi PKK terlibat lebih konkret dalam menyelesaikan persoalan masyarakat, bukan hanya menjalankan kegiatan seremonial.

“Kami ingin PKK terlibat langsung dalam program utama pengentasan kemiskinan melalui Desa Berdaya. Pertanyaannya sekarang, seberapa besar kekuatan PKK NTB ini dan apa yang harus kami lakukan agar benar-benar berdampak,” ujarnya sebagaimana dilansir Kompasiana, Kamis (08/05/2026).

Menurutnya, Desa Sakra dipilih karena merepresentasikan berbagai tantangan sosial di NTB, terutama tingginya angka penduduk yang berdampak pada kompleksitas persoalan masyarakat. TP PKK NTB kemudian memfokuskan program pada dua isu utama, yakni penurunan angka stunting dan pencegahan pernikahan anak.

“Kenapa Lombok Timur? Karena semua ada di sini, termasuk persoalannya. Angkanya tinggi karena jumlah penduduknya besar. Maka kami ingin hadir membantu pemerintah daerah,” katanya.

Sinta mengungkapkan angka stunting di Desa Sakra telah turun menjadi 17 persen dari sebelumnya 25 persen. Meski demikian, ia menilai upaya pencegahan harus terus dilakukan agar kasus baru tidak kembali meningkat di masa mendatang.

“Kadang kita terlalu fokus pada stunting, tapi lupa menjaga calon stunting. Kalau tidak diantisipasi, persoalan ini bisa kembali besar,” tegasnya.

Selain itu, TP PKK NTB juga menyoroti lemahnya pengawasan program pemberdayaan masyarakat yang selama ini kerap membuat pelaksanaan tidak berjalan optimal. Karena itu, seluruh pihak diminta menjaga kesamaan visi dan semangat agar program dapat berjalan berkelanjutan.

“Kita punya kelemahan di monitoring. Semangat harus dijaga, satu pemahaman harus dijaga. Semua harus bergerak dengan arah yang sama,” katanya.

Berbeda dengan pendekatan top down, TP PKK NTB justru meminta masukan langsung dari masyarakat dan pendamping desa terkait kebutuhan paling mendesak agar program yang dijalankan tepat sasaran serta tidak tumpang tindih dengan bantuan lain.

“Bukan kami yang memberi arahan, tapi kami yang ingin diarahkan. Bantuan seperti apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat supaya program ini efektif,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Timur, Hartini, menyebut Desa Sakra dipilih sebagai proyek percontohan karena memiliki tiga komponen utama Desa Berdaya, yakni sektor pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta ketahanan pangan.

“Desa Berdaya adalah desa yang ekonominya digerakkan masyarakat sendiri. Di Sakra, hampir setiap rumah memproduksi tembrodok dan itu sebenarnya sudah menjadi kekuatan ekonomi desa,” ujarnya.

Ia menambahkan pemerintah provinsi akan memperkuat pembinaan produk masyarakat agar usaha warga lebih beragam dan memiliki nilai tambah ekonomi.

“Provinsi akan membantu pembinaan agar produk masyarakat lebih beragam dan punya nilai tambah,” katanya.

Kepala Desa (Kades) Sakra, M. Zainuddin, mengatakan program pemberdayaan ekonomi menjadi penting karena tingginya jumlah kepala keluarga perempuan di wilayah tersebut. Dari sekitar 4.965 kepala keluarga di Desa Sakra, lebih dari 500 di antaranya merupakan perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga.

“Kami berharap program ini bisa membantu keluarga-keluarga perempuan di Sakra, termasuk lewat penyediaan bahan baku dan kegiatan ekonomi skala keluarga,” ujarnya.

TP PKK NTB menargetkan hasil awal program pendampingan Desa Berdaya mulai terlihat dalam enam bulan melalui penguatan kesehatan keluarga, literasi masyarakat, pemberdayaan perempuan, dan pengembangan ekonomi rumah tangga berbasis potensi desa. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Hilangkan Rasa Takut, Bhabinkamtibmas Beltim Sambangi PAUD Tunas Jaya

PDF đź“„BELITUNG TIMUR – Kepolisian Resor (Polres) Belitung Timur (Beltim) terus memperkuat pendekatan humanis kepada …

Program Desa Cantik 2026 Resmi Dimulai, Desa di Meranti Siap Go Digital

PDF đź“„SELATPANJANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti (Meranti) mulai memperkuat tata kelola pembangunan desa …

Imigrasi Sikka Gandeng YKS Edukasi Migrasi Aman di Lembata

PDF đź“„LEMBATA – Pemerintah Desa Kolontobo, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata resmi ditetapkan sebagai Desa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *