GRESIK – Keterbatasan infrastruktur pertanian di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, yang selama ini menghambat distribusi hasil panen dan aliran irigasi, kini mulai ditangani melalui program perbaikan terpadu yang melibatkan kerja sama lintas sektor antara masyarakat dan TNI dalam rangka memperkuat produktivitas pertanian desa.
Program tersebut dijalankan melalui TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang digagas oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 0817/Gresik, dengan fokus pada perbaikan akses jalan usaha tani, normalisasi saluran irigasi, hingga pembangunan infrastruktur dasar pertanian lainnya di wilayah tersebut.
Sebelumnya, warga mengeluhkan kondisi jalan menuju area persawahan yang rusak parah dan sulit dilalui terutama saat musim hujan, sehingga berdampak langsung pada biaya distribusi hasil panen serta efisiensi waktu kerja petani.
Wijiono, petani sekaligus Kepala Dusun Slempit, menyampaikan bahwa kondisi tersebut sudah berlangsung lama dan menjadi kendala utama dalam aktivitas pertanian warga. “Masalah utama kami itu akses jalan. Untuk distribusi hasil panen ke pasar sering terkendala. Kalau hujan, jalan menuju sawah tidak bisa dilewati karena masih tanah liat, licin dan lengket,” kata Wijiono dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu, (03/05/2026), sebagaimana dilansir Kompas, Senin (03/05/2026).
Selain akses jalan, sistem irigasi juga menjadi persoalan serius akibat kerusakan pintu air di Waduk Lingsir yang menyebabkan distribusi air ke lahan pertanian tidak berjalan optimal, sehingga memengaruhi produktivitas tanaman padi di Desa Slempit.
Kepala Desa Slempit, Suyitno, menjelaskan bahwa desanya memiliki potensi pertanian yang besar, namun belum dapat dimaksimalkan akibat keterbatasan infrastruktur dasar. Ia menilai perbaikan yang dilakukan melalui TMMD menjadi momentum penting untuk mendorong perbaikan ekonomi desa.
Suyitno menambahkan bahwa keterhambatan infrastruktur selama ini menyebabkan petani mengalami kerugian baik dari sisi waktu maupun biaya produksi, karena hasil panen tidak dapat didistribusikan secara efisien ke pasar.
Program TMMD ke-128 sendiri merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan TNI, yang dilaksanakan dalam periode 22 April hingga 21 Mei, dengan sejumlah target pembangunan fisik seperti pengaspalan jalan desa, pengecoran jalan usaha tani, normalisasi Waduk Lingsir, pembangunan saluran irigasi, hingga pembangunan sumur bor dan rumah tidak layak huni bagi warga kurang mampu.
Fadly Subur Karamha dari Kodim 0817/Gresik menjelaskan bahwa program ini sejalan dengan kebijakan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) terkait Manunggal Air dan Ketahanan Pangan, yang menitikberatkan pada ketersediaan air dan akses infrastruktur sebagai penopang utama sektor pertanian.
Selain pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan program non-fisik seperti edukasi wawasan kebangsaan, pencegahan narkoba, deradikalisasi, serta pelatihan ekonomi kreatif dan peningkatan kapasitas petani serta peternak lokal.
Perbaikan infrastruktur ini diharapkan mampu mengubah struktur ekonomi pertanian Desa Slempit secara bertahap, dengan membuka akses distribusi yang lebih lancar dan meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara