SELUMA – Dimulainya pembangunan jembatan gantung di Desa Simpang, Kecamatan Seluma Utara, Kabupaten Seluma, Bengkulu, tidak hanya menjadi jawaban atas kebutuhan akses warga, tetapi juga meredakan polemik yang sempat memicu ketegangan antara masyarakat dan pemerintah daerah.
Pembangunan yang telah lama dinantikan ini sekaligus diiringi dengan permohonan maaf dari Kepala Desa (Kades) Simpang, Rizon Efendi, kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma dan Bupati Seluma, Teddy Rahman, atas kritik keras yang sebelumnya disampaikan kepada pemerintah.
“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada Pemkab Seluma, khususnya kepada Bupati Seluma, jika selama ini kritik yang di sampaikan masyarakat menimbulkan kegaduhan,” ujar Rizon Efendi saat sambutan titik nol pembangunan jembatan gantung Desa Simpang, sebagaimana diberitakan Tribun Bengkulu, Senin, (04/05/2026).
Ia menjelaskan, kritik yang muncul selama ini dipicu oleh kondisi jembatan yang rusak parah dan belum kunjung dibangun, sehingga menghambat aktivitas masyarakat, mulai dari mobilitas harian hingga distribusi hasil pertanian.
Seiring dimulainya pembangunan, Rizon juga menyampaikan apresiasi atas upaya Bupati Seluma yang dinilai berhasil memperjuangkan proyek tersebut hingga terealisasi melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).
“Dengan dibangunnya jembatan ini, kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi kerja keras Bupati Seluma yang terus memperjuangkan hingga jembatan ini dibangun,” kata Rizon.
Menanggapi hal itu, Bupati Seluma Teddy Rahman menegaskan bahwa kritik dari masyarakat merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah, namun harus disampaikan secara konstruktif.
“Kritik itu sangat diperlukan untuk menentukan arah kebijakan. Tapi kritik yang disampaikan harus membangun, bukan hujatan atau makian,” tegas Teddy Rahman.
Ia juga mengingatkan agar kritik disampaikan sesuai kapasitas dan keahlian agar menghasilkan solusi nyata, bukan memperkeruh situasi.
“Kalau mengkritik bukan di bidangnya, itu justru bisa membuat gaduh, bukan solusi yang didapat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Teddy menegaskan bahwa dimulainya pembangunan jembatan gantung tersebut menjadi bukti komitmen Pemkab Seluma dalam memperjuangkan kebutuhan infrastruktur masyarakat, meski di tengah keterbatasan anggaran daerah.
“Pembangunan jembatan Desa Simpang ini bukti bahwa pemerintah daerah tidak diam, tapi terus berusaha agar pembangunan terus berjalan,” kata Teddy.
Ia menambahkan, pemerintah memilih pendekatan bertahap dalam pembangunan guna menghindari persoalan di kemudian hari.
“Saya tidak mau memaksakan pembangunan, kalau akhirnya menjadi masalah. Biarlah perlahan, namun pasti. Daripada terus titik nol, tapi menimbulkan masalah dikemudian hari,” sampai Teddy Rahman.
Dengan dimulainya proyek ini, diharapkan akses transportasi masyarakat Desa Simpang dapat segera membaik, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi dan konektivitas antarwilayah di Kecamatan Seluma Utara. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara