BETANG NALONG Menurut Zulkarnain, bantuan tersebut menjadi modal penting agar perpustakaan desa tidak hanya menyimpan buku fisik, tetapi juga dapat melayani akses literasi digital bagi warga. Dengan komputer terpasang, warga desa diharapkan bisa mengakses bahan bacaan elektronik, katalog digital, dan pelayanan perpustakaan modern lainnya.
Langkah ini menunjukkan bahwa pemkab ingin agar desa-desa tidak tertinggal dalam arus transformasi teknologi informasi dan literasi digital. Dengan dukungan infrastruktur komputer, pengelola perpustakaan desa dapat melakukan pencatatan koleksi secara sistematis, melayani peminjaman berbasis digital, dan memudahkan layanan ke masyarakat yang semakin melek teknologi.
Meski demikian, tantangan tetap ada, terutama terkait kesiapan sumber daya manusia pengelola perpustakaan desa, koneksi internet, serta pemeliharaan perangkat keras. Ke depan, Dispusip berencana menyertakan pelatihan teknis bagi pustakawan desa serta pemantauan penggunaan agar bantuan tidak sekadar formalitas semata.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara