Kadisoro Berpeluang Jadi Destinasi Wisata Sejarah dan Budaya

Penemuan struktur bangunan lama, benda menyerupai lumpang, dan batu berbentuk mengerucut saat pembukaan lahan kolam ikan membuka peluang pengembangan wisata sejarah dan budaya di Desa Wisata Kajii, Bantul.

BANTUL – Pengembangan Desa Wisata Kajii di Kalurahan Gilangharjo, Kabupaten Bantul, berpeluang menghadirkan daya tarik wisata baru berbasis sejarah dan budaya setelah warga menemukan struktur bangunan lama serta sejumlah benda berbahan batu di Padukuhan Kadisoro. Temuan tersebut muncul ketika lahan milik kalurahan dibuka untuk pembangunan fasilitas kolam ikan, Rabu (04/11/2026).

Penemuan itu membuka peluang pengembangan potensi wisata yang tidak hanya bertumpu pada kegiatan masyarakat dan budidaya perikanan, tetapi juga menyentuh aspek sejarah lokal. Namun, keberadaan struktur dan benda-benda tersebut masih memerlukan penelitian arkeologis untuk memastikan nilai kesejarahannya.

Proses penemuan bermula ketika lahan dipersiapkan untuk pembangunan kolam ikan yang mendapatkan dukungan bantuan berupa fasilitas kolam beserta bibit ikan. Saat pengerjaan berlangsung, alat berat digunakan untuk meratakan permukaan tanah sekaligus membuat galian sebagai tempat pengumpulan sampah daun di sekitar lokasi.

Dalam proses tersebut, pekerja menemukan susunan batu dan bata yang membentuk struktur bangunan lama di bawah permukaan tanah. Sejumlah benda lain juga ditemukan, di antaranya benda menyerupai lumpang dan batu berbentuk mengerucut yang kemudian menarik perhatian masyarakat setempat.

Menindaklanjuti temuan tersebut, pemerintah setempat melakukan peninjauan langsung dan mengumpulkan keterangan dari masyarakat sekitar. Langkah ini dilakukan untuk menelusuri kemungkinan asal-usul, fungsi, serta keterkaitan benda-benda tersebut dengan sejarah wilayah Kadisoro, sebagaimana diberitakan Pariwisata Bantul, Rabu (04/11/2026).

Meski menunjukkan indikasi adanya peninggalan masa lalu, temuan tersebut belum dapat dipastikan sebagai situs atau benda cagar budaya. Diperlukan kajian dari tenaga ahli arkeologi untuk mengidentifikasi usia, karakteristik, fungsi, serta nilai historis struktur bangunan dan benda-benda yang ditemukan.

Aspek pelestarian menjadi perhatian penting agar proses pengembangan fasilitas wisata tidak mengganggu keberadaan objek yang berpotensi memiliki nilai sejarah. Penanganan yang tepat juga diperlukan untuk mencegah kerusakan akibat aktivitas pembangunan maupun perubahan kondisi lingkungan di sekitar lokasi.

Desa Wisata Kajii kini memiliki peluang untuk memperluas konsep pengembangan wisata melalui perpaduan aktivitas perikanan, kehidupan masyarakat, serta potensi sejarah dan budaya. Apabila hasil penelitian membuktikan nilai kesejarahan temuan tersebut, Kadisoro berpeluang memiliki daya tarik tambahan yang dapat memperkaya identitas wisata setempat.

Pemerintah kalurahan bersama masyarakat diharapkan menjaga lokasi penemuan dan berkoordinasi dengan instansi berwenang agar proses identifikasi dapat dilakukan secara tepat. Dengan demikian, pengembangan Desa Wisata Kajii tidak hanya mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga mendukung pelestarian warisan budaya bagi generasi mendatang. []

Redaksi 01

About redaksi01

Check Also

Pemerintah Siapkan Rp1,5 Miliar per Desa untuk Pengembangan Budi Daya Ikan

PDF 📄PALEMBANG – Desa dan kelurahan di Sumatera Selatan (Sumsel) berpeluang memperoleh anggaran Rp1,5 miliar …

BUMDes Kumayun Jati Dikeluhkan Warga, Bau Kandang Kambing Diduga Ganggu Permukiman

PDF 📄DELI SERDANG – Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kumayun Jati di Desa Jati …

149 KDMP Dibangun di Karanganyar, Belum Satu Pun Beroperasi

PDF 📄KARANGANYAR – Pembangunan 149 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Karanganyar belum berbanding …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *