Transformasi Hijau BUMDes Jadi Strategi Baru Penguatan Ekonomi Desa

JEMBER – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) didorong mengembangkan model usaha yang tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Pendekatan melalui investasi hijau dinilai dapat menjadi strategi untuk memperkuat daya tahan ekonomi desa sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal.

Dorongan tersebut mengemuka dalam diseminasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) mengenai transformasi hijau BUMDes di Aula Lantai 1 Gedung Jember Creative Center (JCC), Kabupaten Jember, Selasa (03/11/2026).

Penelitian yang didanai melalui program Penelitian Fundamental Reguler Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) itu mengkaji hubungan investasi hijau dengan kinerja keuangan serta penciptaan nilai sosial dan lingkungan bagi BUMDes.

Kajian tersebut dipimpin Astrid Maharani bersama dua anggota tim, yakni Gardina Aulin Nuha dan Oktaviani Ari Wardhaningrum. Pelaksanaannya melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jember serta sejumlah pengelola BUMDes sebagai mitra penelitian.

Ketua tim peneliti, Astrid Maharani, menjelaskan bahwa kegiatan diseminasi menjadi bagian dari upaya menyebarluaskan hasil penelitian yang telah berlangsung sejak April 2026. Hasil kajian diharapkan tidak hanya menjadi referensi akademis, tetapi juga dapat diterapkan dalam pengelolaan usaha desa.

“Melalui diseminasi ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada mitra, baik DPMD Kabupaten Jember maupun BUMDes, agar terus aktif menyuarakan sustainability atau keberlanjutan,” jelas Astrid.

Salah satu pendekatan yang ditawarkan dalam penelitian tersebut ialah memperluas ukuran keberhasilan BUMDes. Pengelolaan usaha tidak cukup dinilai berdasarkan pendapatan dan keuntungan, tetapi juga perlu mempertimbangkan dampak aktivitas bisnis terhadap masyarakat dan lingkungan.

Perspektif tersebut disampaikan Bunga Maharani dalam pemaparan hasil penelitian. Ia menjelaskan bahwa transformasi hijau tidak sebatas kegiatan penghijauan, tetapi mencakup pengelolaan sumber daya, digitalisasi, pengolahan limbah, hingga pemanfaatan energi terbarukan seperti panel surya.

Menurutnya, investasi ramah lingkungan memang tidak selalu memberikan keuntungan dalam waktu singkat. Pengadaan fasilitas pengolahan limbah dan penggunaan panel surya, misalnya, membutuhkan waktu sebelum manfaat ekonominya dapat dirasakan.

Namun, investasi tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan kegiatan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Jadi, sekarang bukan hanya menghitung berapa keuntungan yang diperoleh, tetapi juga bagaimana setiap proses bisnis memikirkan dampak dari kegiatan usaha yang dijalankan,” menjadi salah satu penekanan Bunga dalam pemaparannya.

Ia juga menilai desa memiliki sumber daya lokal yang dapat dikembangkan sebagai modal ekonomi berkelanjutan. Ketersediaan lahan, sumber daya alam, dan kedekatan masyarakat dengan lingkungan dapat membuka peluang pengembangan usaha berbasis potensi setempat.

Meski demikian, pemanfaatan peluang tersebut membutuhkan pengelolaan profesional, tata kelola usaha yang baik, serta kemampuan pengelola dalam mengidentifikasi potensi lokal. Dengan pendekatan tersebut, investasi BUMDes diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas dan berjangka panjang.

Dari sisi pemerintah daerah, perwakilan DPMD Kabupaten Jember, Darwis Surahma, mengungkapkan bahwa sejumlah BUMDes telah memiliki inisiatif yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan.

Salah satu contohnya terdapat pada BUMDes di wilayah Semboro yang bekerja sama dengan Pegadaian melalui program penukaran sampah menjadi emas. Program tersebut memberikan nilai ekonomi terhadap sampah yang dikumpulkan masyarakat.

Praktik tersebut memperlihatkan bahwa pengelolaan limbah dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Darwis menilai inisiatif serupa perlu diperkuat melalui kerja sama pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan lembaga mitra. Pendampingan akademisi juga dinilai penting agar pengelola BUMDes memperoleh masukan berdasarkan hasil penelitian dan kebutuhan pengembangan usaha.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah daerah menyusun langkah pembinaan sekaligus mendorong penerapan inovasi yang sesuai dengan karakteristik dan potensi masing-masing desa.

Sebagai bagian dari tindak lanjut penelitian, tim Unmuh Jember menyerahkan ringkasan kebijakan kepada pemerintah daerah. Dokumen tersebut memuat empat rekomendasi utama untuk memperkuat penerapan investasi hijau di lingkungan BUMDes.

Keempat rekomendasi itu meliputi penyusunan pedoman penilaian investasi hijau, peningkatan kapasitas pengelola BUMDes, pemantauan dan evaluasi berbasis indikator, serta fasilitasi dukungan investasi berdasarkan kelayakan usaha.

Rekomendasi tersebut diarahkan agar keputusan investasi BUMDes tidak hanya mempertimbangkan besarnya modal yang dikeluarkan, tetapi juga kelayakan keuangan, efisiensi operasional, serta manfaat sosial dan lingkungan.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan peluncuran buku berjudul Transformasi Hijau BUMDes: Green Investment, Kinerja, dan Penciptaan Nilai Berkelanjutan. Buku tersebut disiapkan sebagai referensi bagi akademisi, pemerintah, dan praktisi dalam mengembangkan strategi investasi ramah lingkungan di tingkat desa.

Melalui hasil penelitian dan rekomendasi kebijakan tersebut, penguatan BUMDes diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan, tetapi juga pada kemampuan mengelola sumber daya secara bertanggung jawab. Sinergi pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pengelola BUMDes menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong usaha desa yang produktif, berdaya saing, serta berkelanjutan. []

Redaksi02

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Pasar Murah Lamongan Raup Transaksi Rp66,83 Juta

PDF 📄Pasar murah di Desa Drajat, Lamongan, mencatat transaksi Rp66,83 juta dari 354 pengunjung, dengan …

Srikandi Jaga Desa Disiapkan Perkuat Posisi Tawar Petani

PDF 📄Srikandi Jaga Desa di bawah Abpednas didorong memperluas pendampingan hukum, memperkuat posisi tawar petani …

Koperasi Merah Putih Diharapkan Buka Pasar Baru bagi UMKM dan Petani

PDF 📄Pelaku UMKM di Purworejo dan petani belimbing di Blitar berharap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *