AKATSI – Masyarakat Avenor di Ghana menjadikan Festival Avenortutodoza 2026 sebagai momentum untuk memperkuat persatuan warga sekaligus memperkenalkan potensi wisata dan kebudayaan daerah kepada masyarakat luas.
Festival yang berlangsung pada 13–29 November 2026 tersebut tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni dan tradisi, tetapi juga melibatkan masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial, pendidikan, keagamaan, olahraga, serta pengembangan komunitas.
Dewan Adat Avenor mengumumkan rangkaian kegiatan festival tersebut pada 2 November 2026. Perhelatan tahun ini mengusung tema “Peace, Unity and Security: Foundation for the Sustainable Development of Avenor” atau Perdamaian, Persatuan, dan Keamanan sebagai Fondasi Pembangunan Berkelanjutan Avenor.
Melalui tema tersebut, penyelenggara ingin menegaskan bahwa pelestarian identitas budaya dan pembangunan wilayah perlu berjalan beriringan dengan terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dan aman.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah kunjungan wisata ekologi ke kawasan Xavi pada 24 November. Kegiatan tersebut dirancang untuk memperkenalkan potensi wisata berbasis lingkungan yang dimiliki wilayah Avenor.
Agenda ini sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk melihat peluang pengembangan pariwisata yang bertumpu pada kekayaan alam dan keterlibatan komunitas setempat.
Selain wisata ekologi, festival juga memberikan perhatian terhadap pelestarian tradisi melalui keterlibatan generasi muda. Pada 18 November, panitia menjadwalkan Students’ Durbar dan Cultural Day di RC Park mulai pukul 07.00 waktu setempat.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman pelajar terhadap warisan budaya Avenor. Pelibatan generasi muda dinilai penting agar tradisi masyarakat tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Nuansa kebudayaan juga akan terlihat dalam Borborbor Night pada 22 November di kompleks ARS. Borborbor merupakan salah satu ekspresi seni musik dan tari tradisional masyarakat Ewe di Ghana yang menjadi bagian dari identitas budaya kawasan tersebut.
Rangkaian kegiatan adat lainnya meliputi ziarah ke Datsutagba pada 21 November serta penghormatan kepada Torgbuiga di Avenorpeme pada 26 November. Pada tanggal yang sama, masyarakat juga akan mengikuti kompetisi angkat beban di No. 1 Junior High School.
Festival turut menghadirkan kegiatan sosial yang melibatkan partisipasi langsung warga. Agenda pembuka pada 13 November berupa kerja bakti membersihkan lingkungan yang dimulai pukul 06.00. Dua hari kemudian, masyarakat dijadwalkan mengikuti kegiatan jalan sehat dari Akatsi Four-Junction mulai pukul 05.00, dilanjutkan malam ibadah di RC Park pada pukul 18.00.
Sementara itu, kegiatan Mama Avenor akan diselenggarakan pada 27 November di Market Lorry Park. Puncak perayaan berlangsung sehari kemudian melalui Grand Durbar yang diperkirakan mempertemukan pemimpin adat, warga, masyarakat perantauan, serta berbagai pemangku kepentingan.
Festival akan ditutup pada 29 November melalui ibadah syukur lintas denominasi, pertandingan sepak bola di RC Park mulai pukul 13.00, serta malam pertunjukan musisi di Market Lorry Park pada pukul 21.00.
Seluruh rangkaian kegiatan berada di bawah patronase kerajaan Togbe Dorglo Anumah VI selaku Fiaga Avenor dan Mama Yeasidi III sebagai Mamaga Avenor.
Dalam pernyataannya, Dewan Adat Avenor menyampaikan harapan agar festival tersebut dapat mempererat hubungan masyarakat, mempertahankan nilai-nilai budaya, serta mendorong keterlibatan bersama dalam berbagai program pembangunan di wilayah adat Avenor.
Melalui perpaduan kegiatan budaya, sosial, pendidikan, dan wisata, Avenortutodoza 2026 memperlihatkan bagaimana tradisi lokal dapat menjadi salah satu modal masyarakat dalam membangun daerah. Festival ini sekaligus menjadi ruang pertemuan antargenerasi untuk menjaga identitas budaya sekaligus membuka peluang pengembangan wilayah secara berkelanjutan. []
Redaksi02
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara