Sabun Daun Sirih Warga Citayam Didorong Jadi Produk Unggulan UMKM

Lima mahasiswa Teknik Industri Universitas Pamulang mendampingi 18 kader PKK Desa Citayam untuk memperkuat desain, kemasan, dan identitas produk sabun cuci tangan berbahan daun sirih agar lebih kompetitif sebagai produk UMKM.

BOGOR DESA NUSANTARA  Penguatan desain dan kemasan menjadi fokus pendampingan mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Pamulang (Unpam) untuk meningkatkan daya saing sabun cuci tangan berbahan daun sirih yang dikembangkan masyarakat Desa Citayam, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) pada 15–16 Oktober 2026, mahasiswa mendorong produk berbahan lokal tersebut agar memiliki identitas yang lebih kuat dan berpeluang dikembangkan sebagai produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kegiatan yang melibatkan 18 kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) itu juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan kebersihan dalam kegiatan pos pelayanan terpadu (Posyandu). Pendampingan mencakup sosialisasi, pelatihan, dan pengenalan pentingnya desain kemasan serta kelengkapan informasi produk bagi konsumen.

Program tersebut dilaksanakan oleh lima mahasiswa, yakni Muhammad Iqbal sebagai ketua, bersama Rahmat Hidayat, Annisa Sastawati, Aldi Ferdian Kamaludin, dan Shalhan Ibrahim Putra Handono. Kegiatan ini dibimbing oleh dosen Teknik Industri Unpam, Fredy Dwi Ibnu Saputra, dengan dukungan pengurus PKK dan perangkat Desa Citayam.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam pendampingan ini ialah tampilan produk yang belum optimal. Sabun cuci tangan berbahan daun sirih memiliki potensi untuk dikembangkan dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan warga. Namun, kemasan yang kurang menarik, informasi produk yang belum lengkap, serta identitas visual yang belum kuat dapat menjadi kendala ketika produk diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas.

Karena itu, mahasiswa menekankan bahwa pengembangan produk tidak cukup hanya mengandalkan bahan baku. Kemasan dan informasi yang jelas juga diperlukan agar konsumen dapat mengenali produk, memahami keterangan yang dicantumkan, serta membedakannya dari produk sejenis.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut dibuka dengan sambutan Ketua PKK Desa Citayam, Fitri Arianti, dan Ketua Rukun Warga (RW) 05, Salim Ibrahim. Keduanya mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam mendampingi masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal.

Ketua pelaksana kegiatan juga menekankan pentingnya pemanfaatan sumber daya yang tersedia di sekitar tempat tinggal sebagai peluang pengembangan produk masyarakat. Sebagai bentuk apresiasi dan simbol kerja sama, mahasiswa menyerahkan plakat kepada perwakilan PKK dan Ketua RW 05.

Melalui pendampingan ini, mahasiswa berharap masyarakat semakin memahami peran desain dan kemasan dalam meningkatkan nilai tambah produk. Penguatan identitas produk, penyajian informasi yang memadai, serta pengembangan tampilan yang lebih profesional diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperluas peluang pemasaran sabun cuci tangan daun sirih dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat Desa Citayam. []

Redaksi1-alfian

About redaksi01

Check Also

Karya Ukir Ikbal dari Lebak Tembus Pasar Malaysia

PDF 📄Berbekal keterampilan yang dipelajari sejak kecil dan teknik yang diasah secara mandiri melalui YouTube, …

Cari Wisata Murah di Bulungan? Wisata Alam Karai Bisa Jadi Pilihan

PDF 📄Berada di Desa Antutan, Kabupaten Bulungan, Wisata Alam Karai menawarkan sungai jernih, air terjun …

Wamenkes Apresiasi Program Dokter Desa di Kota Batu

PDF 📄Program Satu Desa Satu Dokter di Kota Batu telah berjalan di 16 titik dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *