NUSA TENGGARA BARAT DESA NUSANTARAÂ – Pelestarian hutan adat menjadi salah satu kunci ketersediaan air bagi masyarakat Desa Adat Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Nusa Tenggara Barat (NTB), di tengah musim kemarau. Saat sejumlah desa menghadapi kekeringan, warga Bayan dilaporkan masih memiliki persediaan air yang mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari hingga pengairan sawah.
Kepala Dinas Kebudayaan Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhamad Ihwan, mengatakan kebiasaan masyarakat menjaga pepohonan, mempertahankan aturan adat, dan merawat kawasan hutan secara turun-temurun berperan penting dalam menjaga ketersediaan air. Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan Jelajah Bayan pada Sabtu (24/10/2026), sebagaimana dilansir NTBSatu pada Sabtu (24/10/2026).
“Bahkan ketika musim kemarau, ketika desa-desa lain menderita kekeringan, di Desa Adat Bayan ini mereka tidak pernah kekeringan untuk bulan-bulan ini. Air selalu melimpah,” kata Ihwan.
Kondisi di Bayan memperlihatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya mempertahankan sumber daya air. Pelestarian pepohonan dan kepatuhan terhadap ketentuan adat menjadi bagian dari praktik yang terus diwariskan antargenerasi.
Ketersediaan air yang tetap terjaga juga menopang kebutuhan dasar warga, termasuk konsumsi rumah tangga dan pengairan lahan pertanian. Praktik masyarakat adat Bayan dapat menjadi bahan pembelajaran mengenai pentingnya menjaga kawasan hutan dalam menghadapi tantangan kekeringan.
Ke depan, pelestarian hutan adat perlu terus dijaga agar manfaatnya bagi ketersediaan air dan kehidupan masyarakat dapat berlanjut. Pengalaman Bayan juga menunjukkan bahwa perlindungan lingkungan berbasis kearifan lokal layak mendapat perhatian dalam upaya menjaga keberlanjutan sumber daya air. []
Redaksi1
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara