Posyandu Desa Dangdang Tingkatkan Pemantauan Tumbuh Kembang Anak

Sebanyak 39 orang tua bersama balita mengikuti edukasi mahasiswa UNPAM di Desa Dangdang mengenai pemantauan pertumbuhan, stimulasi perkembangan, penggunaan Buku KIA, dan pencegahan risiko stunting.

TANGERANG DESA NUSANTARA  – Sebanyak 39 orang tua bersama balita mereka mengikuti edukasi pemantauan tumbuh kembang anak yang digelar mahasiswa Program Studi Magister (S2) Manajemen Pendidikan Universitas Pamulang (UNPAM) di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Balita Desa Dangdang, Kecamatan Cisauk, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini menitikberatkan pada peningkatan pemahaman orang tua dan kader mengenai pemantauan perkembangan anak sejak dini serta penguatan pengelolaan layanan Posyandu.

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tersebut melibatkan delapan kader dan seorang ketua kader Posyandu Desa Dangdang. Keterlibatan orang tua, mahasiswa, dan kader menjadi bagian penting dalam mendorong pemantauan tumbuh kembang anak secara teratur, baik melalui layanan Posyandu maupun pendampingan di rumah.

Narasumber utama, Marthila Wahyu Novita, menyampaikan materi bertajuk “Manajemen Pengawasan dan Edukasi Orang Tua Berbasis Posyandu dalam Mendorong Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini”. Materi tersebut membahas pentingnya masa emas (golden age) pada usia 0–5 tahun, ketika perkembangan fisik, kognitif, bahasa, dan sosial-emosional anak perlu mendapat perhatian.

Dalam pemaparannya, orang tua dan kader diperkenalkan dengan penggunaan standar antropometri untuk memantau pertumbuhan anak, pemahaman informasi dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA), serta penerapan stimulasi yang sesuai dengan tahap perkembangan. Edukasi ini juga menyoroti pentingnya mengenali risiko stunting atau gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis sejak dini.

“Pengawasan yang efektif di Posyandu membutuhkan penerapan manajemen pengelolaan yang terencana (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) serta edukasi yang konsisten dari orang tua di rumah,” jelas Marthila di hadapan para peserta.

Penerapan manajemen yang terstruktur dinilai penting agar kegiatan Posyandu berjalan terarah. Dalam materi tersebut, prinsip perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan menjadi bagian dari pendekatan pengelolaan layanan, sedangkan edukasi kepada orang tua diharapkan dapat memperkuat kesinambungan pemantauan perkembangan anak di lingkungan keluarga.

Perwakilan kader Posyandu Desa Dangdang menyambut positif kegiatan tersebut karena memberikan tambahan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam pelayanan sehari-hari.

“Kami sangat berterima kasih kepada tim mahasiswa S2 Manajemen Pendidikan UNPAM atas ilmu dan pendampingan yang diberikan. Materi yang disampaikan sangat praktis dan memberikan wawasan baru bagi kami para kader serta orang tua dalam memantau tumbuh kembang anak secara lebih terstruktur,” ungkapnya.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim mahasiswa yang terdiri atas Bambang Suhendar, Violeta Elenabella, Jessica Divanca, Dinda Putri Azzahra, Dwi Hartati, Putri Ayu Inayanti A, dan Yohanes Rama. Program tersebut menjadi bentuk kontribusi akademisi dalam mendukung peningkatan kapasitas kader dan pengetahuan keluarga mengenai kesehatan serta perkembangan anak.

Melalui edukasi dan pendampingan berkelanjutan, kolaborasi antara perguruan tinggi, kader Posyandu, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat pemantauan tumbuh kembang balita di Desa Dangdang. Upaya ini diharapkan membantu orang tua mengenali kebutuhan perkembangan anak lebih dini sekaligus mendukung pencegahan masalah pertumbuhan. []

Redaksi1

About redaksi01

Check Also

Jembatan Gantung Garuda Grobogan Diharapkan Dongkrak Ekonomi Warga

PDF đź“„Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Grobogan ditinjau Dandim 0717/Grobogan untuk memastikan pengerjaan sesuai rencana …

Wamenkes Apresiasi Program Dokter Desa di Kota Batu

PDF đź“„Program Satu Desa Satu Dokter di Kota Batu telah berjalan di 16 titik dan …

Dinkes Gianyar Gencarkan Edukasi Rabies, Warga Desa Saba Dapat Layanan Gratis

PDF đź“„Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar mengedukasi sekitar 100 warga Desa Saba mengenai pencegahan rabies sekaligus …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *