Usaha Warga hingga Sanitasi Jadi Bahasan Rembug Desa Mekarjaya

Desa Mekarjaya mulai memetakan kebutuhan pembangunan dari tingkat dusun melalui rembug warga yang menghasilkan rencana penguatan usaha warga, pengelolaan sampah, sanitasi, dan pemanfaatan ruang publik.

MEKARJAYA – Pemerintah Desa Mekarjaya bersama masyarakat mulai menyusun sejumlah kebutuhan pembangunan berdasarkan persoalan yang muncul langsung di tingkat warga. Langkah itu mengemuka dalam Rembug Warga di Masjid Dusun 4 Desa Mekarjaya pada Minggu malam (26/7/2026), yang membahas ekonomi warga, kesehatan lingkungan, serta pemanfaatan ruang publik.

Forum tersebut digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) bersama pemerintah desa dan tokoh masyarakat. Puluhan warga Dusun 4, perangkat desa, tokoh agama, serta Kepala Desa (Kades) Mekarjaya ikut dalam diskusi yang berlangsung setelah pengajian rutin.

Berbeda dari perencanaan yang hanya disusun dari tingkat pemerintahan, rembug tersebut digunakan untuk menggali persoalan yang dirasakan masyarakat secara langsung. Sejumlah kebutuhan yang muncul antara lain pengelolaan sampah rumah tangga, peningkatan fasilitas sanitasi, serta keterbatasan akses pasar bagi produk usaha mikro warga.

Kades Mekarjaya menyambut keterlibatan warga dalam proses tersebut. Menurutnya, pembangunan desa perlu bertumpu pada kebutuhan masyarakat sehingga aspirasi dari tingkat dusun dapat menjadi bahan dalam menentukan arah pembangunan.

“Masjid bukan hanya tempat beribadah secara ritual, tetapi juga tempat bersatunya gagasan umat. Rembug malam ini membuktikan bahwa dari serambi masjid, kita bisa melahirkan pemikiran besar untuk kemajuan Desa Mekarjaya,” ujar Kepala Desa di hadapan warga.

Sebagaimana dilansir Kompasiana, Kamis, (24/09/2026), pembahasan tidak berhenti pada pemetaan masalah. Warga bersama mahasiswa juga mengidentifikasi potensi lokal yang dapat dikembangkan, termasuk sektor pertanian, kerajinan lokal, dan semangat gotong royong yang masih kuat di masyarakat.

Dari pembahasan tersebut, terdapat sejumlah rencana tindak lanjut. Pada bidang ekonomi, mahasiswa KKN akan mendampingi pelatihan pengemasan dan pemasaran digital untuk produk olahan warga Dusun 4.

Di bidang lingkungan dan kesehatan, warga membahas pembentukan kader kebersihan desa serta edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik di tingkat rumah tangga. Langkah itu berkaitan dengan persoalan pengelolaan sampah dan kebutuhan peningkatan sanitasi yang sebelumnya disampaikan dalam forum.

Rembug warga juga menghasilkan gagasan untuk menjadikan momentum berkumpul setelah pengajian sebagai ruang rutin bertukar informasi dan memberikan edukasi kemasyarakatan. Dengan pola tersebut, ruang yang telah digunakan warga dapat dimanfaatkan pula untuk pembahasan kebutuhan desa.

Bagi mahasiswa KKN, forum tersebut menjadi kesempatan menerapkan pengetahuan akademis melalui keterlibatan langsung bersama masyarakat. Diskusi yang berlangsung hingga malam hari itu ditutup dengan kesepakatan untuk mengawal berbagai solusi yang telah dirumuskan agar tidak berhenti sebagai pembahasan.

Rangkaian rembug tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Desa Mekarjaya memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan sekaligus merumuskan langkah bersama. Hasil pembahasan diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat keterlibatan warga dalam pembangunan desa, terutama pada sektor ekonomi, lingkungan, dan pemanfaatan ruang bersama. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Kades Baru Dua Desa di Sinjai Diminta Utamakan Pelayanan Masyarakat

PDF 📄Dua desa di Kecamatan Tellulimpoe, Sinjai, memasuki fase baru setelah kepala desa pengganti antarwaktu …

MBG Jadi Peluang Desa Hidupkan Kembali Pangan Lokal

PDF 📄Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai dapat membuka ruang bagi masyarakat perdesaan untuk mengembangkan …

Jembatan Kayu Rusak, Warga Dua Desa Pamekasan Bergerak

PDF 📄Akses antara Desa Palengaan Daya dan Desa Palengaan Laok, Pamekasan, diperkuat warga melalui pembangunan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *