Berakhirnya KKN Kolaboratif STAIN Majene dan UINSA di Desa Tubo Tengah diharapkan tidak menghentikan program kesehatan, pendidikan, kebersihan, dan pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankan selama 35 hari.
MAJENE – Berakhirnya Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) di Desa Tubo Tengah diharapkan menjadi awal keberlanjutan sejumlah program yang telah dijalankan mahasiswa bersama masyarakat selama 35 hari.
Kegiatan penarikan mahasiswa dari Posko 1 dan Posko 2 dilaksanakan setelah seluruh rangkaian pengabdian di tengah masyarakat berakhir. Selama berada di desa tersebut, mahasiswa menjalankan berbagai program yang mencakup kesehatan, pendidikan, kebersihan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta kegiatan sosial dan keagamaan.
Kepala Desa Tubo Tengah Ansar menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa selama menjalankan KKN, sebagaimana diberitakan sumber berita, Selasa, (22/09/2026).
“Terima kasih atas dedikasi mahasiswa KKN Kolaboratif STAIN Majene dan UINSA selama 35 hari. Program kerja dan kegiatan yang dilaksanakan sangat membantu dalam pemberdayaan masyarakat Desa Tubo Tengah” ujar Kepala Desa Tubo Tengah.
Menurut Ansar, keterlibatan mahasiswa memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kehadiran mereka dinilai turut mendorong partisipasi warga sekaligus membantu desa menjalankan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa terlibat dalam kegiatan pos pelayanan terpadu (posyandu), sosialisasi kesehatan, kerja bakti, lomba tujuh belas Agustus, hingga program kebersihan lingkungan. Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari interaksi mahasiswa dengan warga selama masa pengabdian.
Keterlibatan langsung tersebut juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenali kondisi masyarakat, menggali potensi desa, serta memahami persoalan yang dihadapi warga. Pengalaman itu menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa di luar lingkungan kampus.
Penarikan mahasiswa turut dihadiri dosen pembimbing lapangan dari kedua posko. Dosen pembimbing lapangan Posko 1 Aan Setiawan dan perwakilan Posko 2 Kamus hadir dalam kegiatan tersebut untuk mendampingi proses penarikan setelah program pengabdian selesai.
Pendampingan dosen selama KKN menjadi bagian dari upaya memastikan program mahasiswa dapat disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat. Setelah mahasiswa kembali ke kampus, sejumlah kegiatan yang dinilai bermanfaat diharapkan tetap dapat diteruskan oleh masyarakat dan pemerintah desa.
Keberlanjutan tersebut terutama diharapkan pada program yang berkaitan dengan kesehatan, kebersihan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, hasil pengabdian selama 35 hari tidak berhenti bersamaan dengan penarikan mahasiswa, tetapi dapat terus memberikan manfaat bagi warga Desa Tubo Tengah. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara