Siswa SD di Tubuhue Diajak Kenali Bahaya Perundungan

Mahasiswa KKNDik UM.Koe memberikan edukasi antiperundungan kepada siswa di dua sekolah dasar di Desa Tubuhue melalui cerita, video, permainan, dan diskusi.

TIMOR TENGAH SELATAN – Kesadaran untuk mencegah perundungan ditanamkan kepada siswa sekolah dasar di Desa Tubuhue melalui kegiatan edukasi yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKNDik) Universitas Muhammadiyah Kupang (UM.Koe) di dua sekolah pada 4 September 2026.

Sosialisasi mengenai perundungan tersebut menyasar siswa di SD Inpres Tubuhue dan SD Inpres Oeusapi, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Materi disampaikan dengan pendekatan yang dekat dengan dunia anak, mulai dari cerita, video, permainan hingga sesi tanya jawab.

Di SD Inpres Tubuhue, siswa kelas 4 diperkenalkan dengan sejumlah bentuk perundungan, seperti mengejek, memukul, mengucilkan teman, serta tindakan yang dapat membuat orang lain merasa sedih atau takut. Para siswa juga diarahkan untuk berani menyampaikan laporan kepada guru apabila mengalami atau menyaksikan perundungan.

Sementara di SD Inpres Oeusapi, materi diberikan kepada siswa kelas 4 hingga kelas 6 melalui permainan, diskusi, dan pemutaran video pendek. Pendekatan tersebut digunakan untuk membantu siswa membedakan perilaku yang baik dan tidak baik dalam berinteraksi dengan teman.

Koordinator KKNDik UM.Koe Desa Tubuhue Julio Tetty mengatakan pesan utama kegiatan tersebut adalah mendorong siswa untuk saling membantu dan tidak membiarkan temannya menghadapi kesulitan seorang diri.

“Mungkin setelah ini saya dan teman-teman KKN akan kembali, namun saya ingin berpesan ke adik-adik ketika melihat teman sedih, temani. Teman sendiri, datangi. Teman butuh bantuan, bantu. Dan ketika pernah menyakiti teman, harus berani minta maaf dan berubah,” ujar Julio sebagaimana diberitakan Koran Timor, Rabu, (23/09/2026).

Kepala SD Inpres Tubuhue Nimrod Fallo menyambut baik kegiatan tersebut. Ia juga memotivasi mahasiswa KKN agar terus belajar dan berproses sebagai bekal sebelum menjalani profesi sebagai guru.

Dukungan serupa disampaikan Kepala SD Inpres Oeusapi Antoneta Nubatonis. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh siswa melalui sosialisasi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKNDik UM.Koe mengenalkan kepada anak-anak bahwa perundungan bukan perilaku yang baik. Siswa didorong untuk membangun hubungan pertemanan yang dilandasi sikap saling menghargai, menyayangi, dan membantu. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Dari Trebisan ke Tarubasan, Begini Asal-usulnya

PDF đź“„KLATEN – Nama Desa Tarubasan, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menyimpan kisah yang …

Wisata Candi Plaosan Didorong Tetap Bersih

PDF đź“„KLATEN – Pengelolaan sampah menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan Desa Sejahtera Astra (DSA) …

Menjelajah Bugisan, Dari Candi Plaosan hingga Sawah

PDF đź“„KLATEN – Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menawarkan pengalaman wisata yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *