Sebanyak 24 bakal calon dari Desa Air Belo, Belo Laut, dan Mancung mengikuti seleksi tambahan untuk menentukan lima peserta yang berhak maju dalam Pilkades serentak Bangka Barat 2026.
BANGKA BARAT – Sebanyak 24 bakal calon kepala desa (kades) dari tiga desa di Kabupaten Bangka Barat mengikuti seleksi tambahan untuk menentukan lima peserta yang berhak melanjutkan kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026.
Seleksi yang berlangsung di Gedung Batu Rakit Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat, Senin (21/9/2026), diikuti bakal calon dari Desa Air Belo, Desa Belo Laut, dan Desa Mancung. Ketiga desa tersebut memiliki jumlah bakal calon lebih dari lima orang sehingga harus menjalani seleksi tambahan.
Dari Desa Air Belo, sebanyak delapan orang mengambil formulir, seluruhnya mendaftar dan memenuhi syarat. Desa Belo Laut mencatat 10 orang mengambil formulir, tujuh orang mendaftar dan seluruhnya memenuhi syarat. Sementara itu, Desa Mancung memiliki 14 orang yang mengambil formulir, 11 orang mendaftar, dan sembilan orang dinyatakan memenuhi syarat.
Dua desa lainnya yang mengikuti Pilkades serentak 2026 tidak menjalani seleksi tambahan karena jumlah bakal calonnya tidak lebih dari lima orang. Desa Air Nyatoh memiliki tujuh orang yang mengambil formulir, lima orang mendaftar dan seluruhnya memenuhi syarat. Adapun Desa Kelabat mencatat lima orang mengambil formulir, empat orang mendaftar dan seluruhnya memenuhi syarat.
Bupati Bangka Barat Markus mengatakan seleksi tambahan tersebut merupakan tahapan yang diperlukan untuk menentukan lima bakal calon yang dapat melanjutkan proses pemilihan di desa dengan jumlah pendaftar melebihi ketentuan.
“Proses hari ini bukanlah instrumen untuk menjatuhkan atau membatasi hak politik seseorang. Sebaliknya, seleksi tambahan ini adalah ikhtiar kita bersama untuk menguji kapasitas kepemimpinan, pemahaman tata kelola pemerintahan desa, serta kematangan emosional para bakal calon,” ucap Markus.
Menurut Markus, proses tersebut harus dilaksanakan secara objektif agar tahapan Pilkades dapat menghasilkan calon pemimpin yang memiliki kemampuan dan kesiapan untuk bekerja bagi masyarakat.
“Mereka membutuhkan pemimpin yang jujur dan berintegritas sejak dari masa pencalonan,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Bangkapos, Senin (21/09/2026).
Ia juga meminta para peserta menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjaga kejujuran selama mengikuti seluruh rangkaian seleksi.
“Tanamkan jiwa sportivitas. Seleksi ini adalah kompetisi yang sehat. Siapa pun yang nantinya masuk ke dalam 5 besar harus didukung, dan bagi yang belum lolos, ruang pengabdian untuk desa masih sangat terbuka lebar di sektor-sektor lainnya,” tegasnya.
Markus turut meminta panitia dan tim penguji menjaga profesionalitas, transparansi, objektivitas, serta akuntabilitas dalam memberikan penilaian terhadap seluruh peserta.
“Berikan penilaian yang murni berdasarkan hasil kompetensi para peserta tanpa ada intervensi dari pihak mana pun. Kepercayaan masyarakat terhadap jalannya demokrasi di tingkat desa bermula dari objektivitas seleksi hari ini,” imbuhnya.
Hasil seleksi tambahan tersebut akan menentukan lima bakal calon dari masing-masing desa yang berhak mengikuti tahapan berikutnya hingga pemungutan suara Pilkades serentak pada November 2026. Proses seleksi yang objektif menjadi bagian penting untuk memastikan setiap tahapan pemilihan di tingkat desa berjalan sesuai ketentuan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara