Karhutla Gunung Kawi Meluas, Aliran Air Warga Terputus

Karhutla di kawasan Gunung Kawi, Malang, telah berdampak pada 385 hektare lahan dan memutus jaringan air minum warga Desa Wonosari setelah pipa terbakar.

MALANG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tidak hanya menghanguskan lahan seluas 385 hektare, tetapi juga memutus jaringan air minum warga di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari.

Dampak tersebut terjadi setelah kebakaran di jalur Gunung Gentong melalap saluran pipanisasi yang memasok kebutuhan air warga. Akibatnya, aliran air minum menuju permukiman di Dusun Sumbersari, Desa Wonosari, terputus.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan kerusakan jaringan air menjadi salah satu dampak langsung yang masih dirasakan masyarakat akibat karhutla.

“Berdasarkan informasi dari tim Merkusi Precet, terdapat saluran pipanisasi air minum warga yang terbakar di jalur Gunung Gentong. Hal ini mengakibatkan terputusnya aliran air minum warga, meliputi Dusun Sumbersari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari,” ujar Sadono Irawan, Senin, 21 September 2026, sebagaimana diberitakan Metro TV.

Selain mengganggu jaringan air warga, karhutla tersebut telah berdampak pada tiga kecamatan, yakni Wagir, Ngajum, dan Wonosari. Kecamatan Wagir menjadi wilayah dengan area terdampak paling luas, mencapai 362 hektare.

Meski kobaran api besar sudah tidak terlihat, tim gabungan masih menemukan kepulan asap tipis yang berasal dari bara pohon mati. Kondisi tersebut membuat pemantauan dan pendinginan tetap dilakukan untuk mencegah munculnya kembali titik api.

“Berdasarkan observasi dan upaya pemadaman lapangan, tidak ditemukan nyala api dan asap tebal kebakaran yang besar. Namun, di beberapa tempat masih terdapat kepulan asap dari bara pohon mati yang terbakar, sehingga masih perlu observasi darat dan pendinginan melalui udara atau water bombing, meliputi Gunung Gentong Kucur,” jelas Sadono.

Pemantauan darat dilakukan dengan menyisir sejumlah puncak gunung oleh puluhan personel gabungan. Petugas yang berada di pos lapangan dan pos pantau juga diminta tetap siaga untuk merespons apabila kembali muncul titik api.

Untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses melalui jalur darat, BPBD Provinsi Jawa Timur melakukan pemadaman dari udara. Operasi tersebut difokuskan pada sejumlah titik rawan, termasuk wilayah perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar.

“Pemadaman udara atau water bombing oleh BPBD Provinsi Jawa Timur dilakukan sebanyak 12 kali yang difokuskan pada Blok Pitrang Barat di wilayah Kabupaten Blitar,” pungkas Sadono.

Penanganan karhutla kini tidak hanya diarahkan untuk memastikan seluruh titik api padam, tetapi juga mengantisipasi dampak lanjutan terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Pemantauan berkelanjutan diperlukan hingga kondisi kawasan dinyatakan aman dan layanan warga yang terdampak dapat dipulihkan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Api Lahap Warung Tembakau di Wonosari, Barang Dagangan Ikut Ludes

PDF 📄Kebakaran menghanguskan warung tembakau di Desa Sumber Kalong, Bondowoso, tanpa korban jiwa, sementara kerugian …

Krisis Air Bersih di Barsel, Tangki dan Sumur Bor Disiapkan

PDF 📄Pemkab Barsel menyiapkan pendataan terpadu, distribusi air bersih, pembangunan sumur bor, serta tambahan anggaran …

Beda Kebutuhan, Beda Penggunaan Dana Rp3,2 Juta per RT di Jombok

PDF 📄Dana Rp3,2 juta per RT melalui program Desa Mantra di Desa Jombok dimanfaatkan sesuai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *