LINGGA – Warga Desa Mamut, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, mulai menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih setelah kemarau berkepanjangan membuat sejumlah sumur yang menjadi sumber utama kebutuhan rumah tangga mengering. Kondisi itu memaksa warga mencari sumber air yang masih tersedia, bahkan harus mengantre hingga tengah malam.
Kesulitan air tersebut dirasakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari minum, mandi, mencuci, hingga keperluan rumah tangga lainnya. Sebagian warga memilih membeli air, sedangkan warga lain bergantung pada sumur yang masih memiliki persediaan.
Antrean warga untuk memperoleh air bahkan berlangsung hingga malam dan memasuki waktu subuh. Pada Minggu (13/9/2026), sejumlah warga terlihat membawa jeriken dan drum untuk menampung air dari sumur yang masih dapat digunakan.
Auzar, warga Desa Mamut, mengatakan kondisi sejumlah sumur yang selama ini menjadi sumber air masyarakat semakin memprihatinkan.
“Sumur sudah mulai mengering, airnya tidak ada, kering,” kata Auzar, Senin (14/9/2026).
Menurut dia, kemarau tahun ini membuat masyarakat harus mengubah cara memperoleh air untuk kebutuhan harian. Sumur yang biasanya dapat memenuhi kebutuhan keluarga kini tidak lagi menyediakan air dalam jumlah yang cukup.
“Kondisi tersebut membuat kami terpaksa antre menunggu air di sumur yang biasanya kami pakai untuk air minum dan juga mandi,” ujarnya.
Antrean tersebut juga diikuti ibu rumah tangga yang membawa wadah air untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Mereka harus menunggu giliran agar dapat membawa pulang persediaan air dari sumber yang masih tersedia.
Sebelum sumber air sumur menyusut, warga juga masih mengandalkan air hujan yang ditampung untuk berbagai keperluan rumah tangga. Namun, hujan yang tidak turun selama beberapa bulan membuat cadangan air tersebut berangsur habis.
Auzar menyebut sedikitnya ada empat sumur yang selama ini menjadi sumber air masyarakat. Kini, seluruh sumur tersebut mulai mengalami kekeringan.
“Kemarau tahun ini kami betul-betul kesulitan air. Ada empat sumur yang biasanya terpenuhi, sekarang sudah mulai mengering semuanya,” ungkapnya.
Kesulitan serupa mulai dirasakan masyarakat di sejumlah desa yang berada di sekitar Desa Mamut. Kondisi tersebut membuat akses terhadap sumber air yang masih tersedia menjadi semakin penting bagi warga.
Bagi masyarakat yang memiliki kemampuan membeli air, kebutuhan rumah tangga dapat dipenuhi dengan cara tersebut. Sementara warga lainnya tetap mengandalkan sumur yang masih menyimpan air meski harus menghadapi antrean panjang.
Di tengah kondisi kemarau yang belum berakhir, warga berharap hujan segera turun agar sumber-sumber air kembali terisi dan kebutuhan air bersih tidak lagi menjadi persoalan sehari-hari.
“Semoga akhir tahun ini ada hujan turun supaya kami tidak lagi kesulitan dengan air,” harap Auzar, sebagaimana diberitakan Tribun Batam, Senin, (14/09/2026). []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara