Teknologi dan Koperasi Dipadukan untuk Angkat Ekonomi Desa Indramayu

INDRAMAYU – Digitalisasi dan koperasi didorong menjadi penghubung antara potensi ekonomi desa dengan pasar perkotaan melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pertanian berbasis teknologi, serta wisata edukasi. Konsep tersebut dikembangkan melalui program ekosistem UMKM berbasis koperasi, eduwisata, dan ekonomi sirkuler desa-kota di Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Staf Khusus Presiden bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Narbila Karbala, mengatakan koperasi dapat memperkuat kapasitas dan daya tawar pelaku usaha, sedangkan UMKM berperan menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus membuka lapangan pekerjaan.

Pandangan tersebut disampaikan dalam penandatanganan nota kesepahaman kerja sama antara PT Primajasa Perdanarayautama, Koperasi Pangan Cendekia Indonesia (KPCI), dan Brigade Pangan Cendekia Indonesia (BPCI). Kerja sama itu mencakup pemanfaatan layanan transportasi untuk mendukung wisata eduheritage Jakarta-Cirebon dan agropreneur Jakarta-Indramayu, serta layanan kargo untuk mengirim berbagai produk.

Produk yang menjadi sasaran distribusi antara lain beras hasil petani Indramayu, pupuk ecoenzym produksi siswa yang tergabung dalam Triber School Jakarta Timur, serta produk UMKM masyarakat Indramayu.

Sebagaimana diberitakan Pikiran Rakyat, Selasa, (15/09/2026), Tiar menilai digitalisasi dapat memperluas hubungan antara potensi desa dan peluang ekonomi di perkotaan. Teknologi memungkinkan produk UMKM desa menjangkau konsumen lebih luas, sekaligus membuka akses terhadap rantai pasok, ekosistem usaha, dan pembiayaan.

Pemanfaatan teknologi juga diarahkan ke sektor pertanian. Teknologi sensor dapat digunakan untuk membaca kondisi tanah dan kebutuhan air, sementara pesawat nirawak atau drone dapat membantu pemantauan lahan serta penyemprotan.

Menurut Tiar, koperasi memiliki peran dalam membuat teknologi pertanian lebih mudah diakses petani karena pemanfaatannya dapat dilakukan secara bersama-sama. Dengan mekanisme tersebut, teknologi yang sebelumnya dianggap mahal dan sulit dijangkau dapat digunakan lebih luas oleh petani.

“Dengan demikian, digitalisasi harus membuat petani lebih produktif, koperasi lebih kuat, dan UMKM semakin kompetitif,” ujar Tiar.

Selain produksi dan distribusi, desa juga diarahkan menjadi bagian dari ekosistem wisata edukasi. Desa tidak hanya berfungsi sebagai tempat menghasilkan produk, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran mengenai pangan lokal, budaya, pengetahuan, dan kewirausahaan.

“Harapannya kolaborasi program ini dapat melahirkan UMKM Desa-Kota yang lebih produktif, sekaligus memperkuat ekonomi rakyat sebagai pondasi menuju Indonesia Emas 2045,” ucap Tiar.

Program tersebut sebelumnya diluncurkan pada 29 Agustus 2026 di Desa Wanasari. Kegiatan itu mengusung tema “Membangun Ekosistem UMKM Berbasis Koperasi Eduwisata & Ekonomi Sirkuler Desa-Kota” dengan tujuan memperkuat ekosistem UMKM melalui koperasi.

Ketua Umum Majelis Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Arif Satria menilai wisata edukasi dapat memperkuat konsep ekonomi sirkuler desa-kota. Menurut dia, desa dapat dikembangkan bukan hanya sebagai sentra produksi, tetapi juga pusat edukasi dan ekonomi kreatif.

“Ingin menjadikan Indramayu sebagai laboratorium ekonomi rakyat, yang tentunya akan direalisasikan diberbagai daerah Indonesia. Salah satunya dengan membangun ekonomi desa-kota, melalui koperasi yang menjadi penguat UMKM, serta koperasi harus menjadi pusat ekosistem masyarakat,” ujar Arif Satria.

Dalam peluncuran program tersebut juga dilakukan penyerahan satu unit motor listrik roda tiga dari DUBBS-KGN kepada Brigade Pangan Cendekia dan Koperasi Sri Unggul Wanasari Bangodua. Selain itu, pupuk organik cair produksi sekolah-sekolah Triber School Jakarta Timur 2 diserahkan kepada kedua lembaga tersebut.

Program itu turut melibatkan KGN Institute, KPCI, Koperasi Sri Unggul Sejahtera, Brigade Pangan Cendekia, dan PT Primajasa Perdanarayautama. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mempertemukan aktivitas produksi, distribusi, teknologi, pendidikan, dan kegiatan ekonomi masyarakat dalam satu ekosistem desa-kota.

Kegiatan juga diisi dialog mengenai kolaborasi UMKM desa dan kota serta dihadiri perwakilan pemerintah daerah, pengelola koperasi, organisasi masyarakat, sekolah, perusahaan, kepala desa, dan Dinas Pertanian Indramayu. Penguatan kolaborasi tersebut diharapkan membuat potensi ekonomi desa memiliki akses yang lebih luas terhadap teknologi, pasar, logistik, serta peluang usaha di perkotaan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Kamboja Ungkap Temuan Zat Kimia, Thailand Sebelumnya Membantah

PDF 📄PHNOM PENH – Pengaduan Kamboja kepada Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) membuka kembali sorotan …

DPR Dorong Inpres Jalan Desa untuk Atasi Keterbatasan Anggaran

PDF 📄TEMANGGUNG – Keterbatasan kemampuan fiskal pemerintah daerah dan desa dinilai menjadi hambatan dalam memenuhi …

Polisi Redam Ketegangan Dua Desa di Morotai

PDF 📄PULAU MOROTAI – Polisi bersama pemerintah daerah bergerak mencegah bentrokan meluas setelah ketegangan antara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *