PALU – Sebanyak 125 unit hunian tetap (huntap) bantuan Pemerintah Kuwait resmi ditempati penyintas bencana di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Hunian yang berada di Desa Pengawu, Kecamatan Palu Selatan, tersebut menjadi bagian dari dukungan pemulihan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat gempa, tsunami, dan likuefaksi pada 2018.
Peresmian Huntap Kuwait Village dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Palu bersama perwakilan Pemerintah Kuwait di Palu, Minggu, 13 September 2026. Wakil Wali Kota (Wawali) Palu Imelda Liliana Muhidin menyampaikan apresiasi atas bantuan yang tidak hanya mencakup bangunan rumah, tetapi juga lahan bagi penerima manfaat.
“Bapak dan ibu harus bersyukur sekali ada bantuan dari Pemerintah Kuwait. Kami, Pemerintah Kota Palu, sangat mengapresiasi bantuan-bantuan yang diberikan kepada masyarakat Kota Palu,” kata Imelda saat peresmian sebagaimana diberitakan Antara, Minggu, (13/09/2026).
Menurut Imelda, keberadaan hunian tersebut sangat berarti bagi warga yang sebelumnya belum mempunyai rumah tetap, masih tinggal dengan cara mengontrak, atau kehilangan tempat tinggal setelah bencana 2018.
“Alhamdulillah mereka sudah tidak kena panas dan hujan lagi, tidak ngontrak lagi. Mereka sudah mendapatkan hunian yang lebih baik,” ujarnya.
Selain dibangun di Desa Pengawu, Pemerintah Kuwait juga membangun 125 unit huntap di Desa Doda, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi. Sebagian besar penghuni Huntap Kuwait Village di Palu merupakan penyintas bencana dari Balaroa, sementara penerima manfaat lainnya berasal dari Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala.
Setiap unit rumah memiliki tipe 42 dengan dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan satu kamar mandi. Rumah tersebut juga dilengkapi fasilitas air bersih untuk menunjang kebutuhan dasar penghuni.
Imelda berharap bantuan tersebut tidak berhenti pada penyediaan tempat tinggal, tetapi dapat menjadi awal terbentuknya lingkungan permukiman yang nyaman dan produktif. Warga didorong menjaga rumah serta kebersihan lingkungan dan membangun komunikasi serta semangat gotong royong.
“Insyaallah bisa berada di rumah-rumah ini dengan menjaga lingkungannya dengan baik, menjaga kebersihannya dengan baik, dan jadikan rumah ini adalah rumah dengan penuh kasih dan keberkahan,” katanya.
Pemkot Palu juga mendorong pemanfaatan lahan kosong di sekitar hunian untuk tanaman kebutuhan sehari-hari, seperti tomat dan cabai. Sejumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang telah tumbuh di kawasan tersebut diharapkan terus dikembangkan agar masyarakat penerima huntap memiliki peluang memperkuat kemandirian ekonomi.
“ Kawasan ini bisa ditata dengan baik, mungkin ada pohon, tanaman, taman, kemudian berkembang menjadi taman bermain untuk anak-anak dan ruang terbuka untuk masyarakat berkumpul,” katanya.
Perwakilan Pemerintah Kuwait Abdullah mengatakan pembangunan hunian tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat terdampak bencana di Palu dan sekitarnya.
“Kami berterima kasih atas kesempatan untuk hadir di Indonesia, khususnya di Palu, dan dapat memberikan bantuan kepada masyarakat,” katanya.
Ke depan, Huntap Kuwait Village diharapkan tidak sekadar menjadi kawasan tempat tinggal bagi penyintas, tetapi berkembang sebagai lingkungan yang tertata, memiliki ruang interaksi, serta mendukung kehidupan sosial dan ekonomi warga. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara