Desa Sindangheula Satukan Kader Posyandu untuk Cegah Stunting

SERANG – Upaya pencegahan stunting di Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, diperkuat melalui forum Rembuk Stunting 2026 yang mempertemukan pemerintah desa dengan kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Forum tersebut diarahkan untuk mengidentifikasi persoalan pelayanan kesehatan sekaligus mencari solusi bersama bagi ibu hamil, bayi, balita, dan keluarga yang membutuhkan perhatian khusus.

Kegiatan yang digelar di Saung Bioflok Desa Sindangheula pada Jumat, 11 September 2026, melibatkan Kader Posyandu Desa Sindangheula. Pertemuan itu menjadi ruang untuk membahas kondisi pelayanan di tengah masyarakat, termasuk berbagai kendala yang ditemukan kader saat menjalankan tugas di lapangan.

Kepala Desa (Kades) Sindangheula Suheli mengatakan para kader diberi kesempatan menyampaikan aspirasi, pengalaman, serta persoalan yang mereka temukan dalam pelayanan Posyandu. Sebagaimana diberitakan Bantenraya, Minggu, (13/09/2026), forum tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara pemerintah desa dan pelaksana pelayanan kesehatan masyarakat.

“Alhamdulillah kegiatan Rembuk Stunting Kader Posyandu Desa Sindangheula telah berjalan dengan lancar. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bidan, pengurus dan anggota Kader Posyandu yang telah hadir dan mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.

Menurut Suheli, Rembuk Stunting tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi dimanfaatkan untuk menampung masukan dari kader dan membahas persoalan yang muncul dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk menampung aspirasi dari para pengurus kader, kemudian berbagai permasalahan yang ada di lapangan kita diskusikan bersama dan kita cari solusinya,” katanya.

Pembahasan dalam forum tersebut mencakup persoalan pelayanan Posyandu serta langkah pencegahan stunting. Pemerintah desa mendorong agar permasalahan yang ditemukan di lapangan dapat ditangani melalui kerja bersama sehingga pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang anak dapat dilakukan secara lebih optimal.

“Tentunya untuk kebaikan kader Posyandu dan kebaikan Desa Sindangheula menuju desa yang sehat dan sejahtera,” jelasnya.

Kolaborasi antara pemerintah desa, Bidan Desa, dan Kader Posyandu dinilai penting untuk memastikan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus memperoleh pelayanan yang memadai. Fokus tersebut terutama diarahkan kepada ibu hamil, bayi, balita, serta keluarga dalam upaya mencegah stunting.

“Terutama bagi ibu hamil, bayi, balita, serta keluarga yang membutuhkan perhatian khusus dalam pencegahan stunting,” paparnya.

Pemerintah desa juga berkomitmen memperkuat langkah pencegahan agar pertumbuhan dan perkembangan anak dapat dipantau sejak dini. Koordinasi yang berkelanjutan diharapkan membuat pelayanan kesehatan di tingkat desa semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Dengan komunikasi dan koordinasi yang terus dibangun, saya yakin kita bisa mendorong tumbuh kembang anak,” tuturnya. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Bupati Bone Turun ke Barebbo, Pastikan Pembangunan Jalan Bermanfaat

PDF đź“„Bupati Bone Andi Asman Sulaiman memantau pembangunan jalan aspal di Desa Kading, Kecamatan Barebbo, …

Di Tengah Perjuangan Wilayah Adat, Masyarakat Sihaporas Teguhkan Tradisi

PDF đź“„Komunitas adat Sihaporas menggelar ritual Partarias Debata Mulajadi Nabolon selama tiga hari sebagai upaya …

Warga Silurah Lestarikan Nyadran Gunung Lewat Kirab dan Ruwat Bumi

PDF đź“„Melalui doa adat, pemotongan kambing kendit, kirab enam gunungan hasil bumi, dan pelibatan anak-anak, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *